Bacaan Sholat Muhammadiyah dari Takbiratul Ihram – Salam Beserta Dalilnya

Bacaan Sholat Muhammadiyah – Shalat adalah kewajiban setiap muslim. Dalam sehari ada 5 kali waktu shalat yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Kelima waktu shalat subuh ini memiliki rakaat yang berbeda-beda. Subuh 2 rakaat, dzuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, magrib 3 rakaat dan Isya 4 rakaat.

Dalil Kewajiban Shalat

Adapun kewajiban shalat bagi setiap muslim ditegaskan secara sharih/jelas di dalam al-Quran seperti quran surah al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi :

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata warka’uu ma’arrakiin.
Artinya : “Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (Q.S. al-Baqarah : 43)

Bukan hanya pelaksaan shalat yang ditentukan, tetapi Allah juga menentukan waktu-waktunya. Allah Swt berfirman dalam surah an-Nisa ayat 103 yang berbunyi :

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتً

innaṣ-ṣalāta kānat ‘alal-mu`minīna kitābam mauqụtā
Artinya : “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Q.S. an-Nisa : 103)

Selain al-Quran, kewajiban melaksanakan shalat juga ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam berbagai haditsnya, misalnya hadits riwayat Abu Daud :

حدثنا مؤَمّل بن هشام – يعني اليشكريّ – حدّثنا إسمعيل عن سوّار أَبي حمزةَ – قَال أَبو داود – وهو سوّار بن داود :
أَبو حمزةَ المزنيّ الصّيرفيّ – عن عمرو بن شعيب ، عن أَبيه عن جدّه قَال : قَال رسول الله صلّى الله علَيه وسلّم : مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ,, وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا,, وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ*

Muuru alaadakum bish-shalaati wa hum abnaa’u sab’i siniin wadhibuuhum ‘alaiha wa hum abnaa’u ‘asyrin wafaraquu baiinahum fiilmadhaaji’i.

Artinya :“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Perintahlah anak-anakmu mengerjakan sholat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun dan pukullah mereka diwaktu mereka sudah berumur sepuluh tahun (Jika enggan mengerjakan sholat) dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka (maksudnya antara anak laki-laki dan perempuan).” (HR Abu Daud)

Shalat Amalan Pertama yang Akan Dihisab

Karena dalil kewajiban shalat sangat banyak, wajar jika hal ini menunjukkan betapa pentingnya pelaksaan shalat. Jika seorang muslim meinggalkannya, maka ia akan mendapatkan dosa dan siksa dari Allah Swt.

Terlebih lagi amalan shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab dihadapan Allah Swt sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits sebagai berikut :

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ. (رواه الترمذي)

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya amal yang seorang hamba yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya bagus, maka ia menang dan sukses. Dan jika shalatnya rusak, maka ia menyesal dan rugi. Maka jika ada yang kurang dari shalat fardunya, Tuhan Azza Wa jalla berfirman, “Lihatlah kalian, apakah hambaKu mempunyai (amal) shalat sunnah, maka itulah yang dapat menyempurnakan kekurangan fardhunya, kemudian semua amalnya (juga) seperti itu.” (HR. At-Timidzi).

BACA :  Cara Menghitung 2 Qullah Air dengan Konversi ke Kg dan Liter

Tata Cara Melaksanakan Shalat

Allah Swt tidak hanya memerintahkan shalat, tetapi Allah juga memberikan informasi terkait tata cara melaksanakannya.

Hal ini disampaikan kepada Rasulullah Saw sehingga siapa pun yang ingin benar dalam shalatnya maka ia harus mencontoh baginda Rasulullah.

Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda :

صلوا كما رأيتموني أصلي
Artinya : “Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat” (HR. al-Bukhari)

Meski Rasulullah memerintahkan agar kita mencontoh shalatnya Rasulullah, tetapi tetap saja ada perbedaan di kalangan umat Islam.

Misalnya perbedaan cara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, perbedaan bacaan, perbedaan posisi telunjuk ketika tahiyat dan perbedaan-perbedaan lainnya termasuk perbedaan memakai qunut atau tidak pada shalat subuh.

Khusus pada tulisan ini, kami akan membahas tata cara shalat menurut Muhammadiyah dari takbiratul ihram sampai salam.

Tata Cara Shalat Muhammadiyah dari Takbiratul Ihram Sampai Salam

Sebagaimana kita tahu, Muhammadiyah adalah ormas besar yang didirkan oleh KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 M. Dalam rentang lama ini, Muhammadiyah menjadi ormas yang memiliki banyak pengikut.

Dalam konteks fikih, acapkali ada perbedaan dengan NU yang didirikan oleh KH. Hadlratus Syaikh Hasim al-Asyari tahun 1926 M. Termasuk soal bacaan shalat. Lantas bagaimana shalat dan bacaannya menurut Muhammadiyah? Berikut uraiannya :

1. Niat dan Takbiratul Ihram Muhammadiyah

Niat merupakan rukun shalat. Kalau tidak ada niat, maka shalatnya tidak sah. Adapun bagaimana niat shalat menurut Muhammadiyah, maka tidak perlu dilafadzkan.

Artinya niat tersebut cukup di dalam hati saja. Sebab tempat niat adalah hati. Sementara urutannya takbiratul ihram adalah sebagai berikut :

  • Membaca takbir (allahuakbar)
  • Niat
  • Menangkat kedua tangan dalam takbir

2. Do’a Iftitah Muhammadiyah

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“Allaahumma baa’id bainii wa baina khataa yaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khataa yaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadu minad danas. Allaahummaghsil khataa yaaya bilmaa-i wats tsalji wal barad.”

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahnku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya (Tuhan) Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan air dingin.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Landasan dalil :

(705)- [744] حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ K يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً، قَالَ: أَحْسِبُهُ، قَالَ: هُنَيَّةً، فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ، قَالَ: أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ”

3. Do’a Ruku Muhammadiyah

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

Subhaana rabbiyal ‘adziim (dibaca 3x)

Artinya : “Maha suci tuhanku yang Maha Agung.” (HR. Muslim)

Landasan dalil :

َنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: ” صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ K ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ، فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ، ثُمَّ مَضَى، فَقُلْتُ: يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ، فَمَضَى، فَقُلْتُ: يَرْكَعُ بِهَا، ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا، ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا، يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا، إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا، تَسْبِيحٌ سَبَّحَ، وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ، وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ، ثُمَّ رَكَعَ، فَجَعَلَ يَقُولُ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ، فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ، ثُمَّ قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ثُمَّ قَامَ طَوِيلًا، قَرِيبًا مِمَّا رَكَعَ، ثُمَّ سَجَدَ، فَقَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى، فَكَانَ سُجُودُهُ قَرِيبًا مِنْ قِيَامِه “، قَالَ: وَفِي حَدِيثِ جَرِيرٍ مِنَ الزِّيَادَةِ، فَقَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

BACA :  Pengertian Air Mutlak dalam Kitab Fath al-Qarib al-Mujib

4. Do’a I’tidal Muhammadiyah

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Robbanaa wa-lakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaa-rokan fiihi.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu saja segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah,” (HR. Muslim)

Landasan dalil :

(760)- [799] حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ الزُّرَقِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيِّ، قَالَ: ” كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ K فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ، قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ: رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ، قَالَ: مَنِ الْمُتَكَلِّمُ؟ قَالَ: أَنَا، قَالَ: رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلَاثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ ” (رواه البخاري)

5. Do’a Sujud Muhammadiyah

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى

Subhaana rabbiyal a’laa

Artinya: “Maha suci Tuhanku, yang maha Tinggi (dari segala kekurangan dan hal yang tidak layak.” (HR. Tirmidzi)

Landasan dalil :

(242)- [261] حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ إِسْحَاق بْنِ يَزِيدَ الْهُذَلِيِّ، عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ، أَن النَّبِيَّ K قَالَ: ” إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ فِي رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَدْ تَمَّ رُكُوعُهُ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ، وَإِذَا سَجَدَ فَقَالَ فِي سُجُودِهِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَدْ تَمَّ سُجُودُهُ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ “(رواه الترمذي)

6. Do’a Duduk Diantara Dua Sujud

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

Artinya: “Ya Allah maafkanlah aku. Kasihanilah aku. Cukupilah aku, Berilah petunjuk aku, dan berilah rizki untuk aku”. (HR Tirmidzi)

Landasan dalil :

(262)- [284] حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، عَنْ كَامِلٍ أَبِي الْعَلَاءِ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عن سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنّ النَّبِيَّ K كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ: ” اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي (رواه الترمذي)

7. Do’a Tasyahud Awal Muhammadiyah

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.

Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya”. (HR. al-Bukhari)

Landasan Dalil :

(1133)- [1202] حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الصَّمَدِ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ، حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: ” كُنَّا نَقُولُ التَّحِيَّةُ فِي الصَّلَاةِ وَنُسَمِّي وَيُسَلِّمُ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ، فَسَمِعَهُ رَسُولُ اللَّهِ K فَقَالَ: قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَإِنَّكُمْ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ فَقَدْ سَلَّمْتُمْ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ”

BACA :  Malam Lailatul Qadar : Arti, Waktu, Tanda-Tanda, Keutamaan dan Hikmah Dirahasiakannya

8. Doa Tasyahud Akhir Muhammadiyah

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allaahumma sholli alaa Muhammad wa-alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita alaa ibroohiim wa-aali ibroohiim. Wabaarik alaa Muhammad wa-aali Muhammad. Kamaa baarokta alaa ibroohiim wa-aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya. Ya Allah, berikanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberikan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi maha mulia.

9. Do’a Setelah Tasahud Akhir

اَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ،

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabil qobri wa a’udzubika min fitnatil masiihiddajal, waa’udzubika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaati, allahumma inni a’udzubika minal ma’tsami wal magrami

Artinya: ““Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnahnya hidup dan mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (berbuat) dosa dan (terlilit) hutang.” (HR. al-Bukhari)

Landasan Dalil :

(792)- [833] حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ K أَخْبَرَتْهُ، ” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ K كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ: مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ، فَقَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ “، وَعَنْ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ K يَسْتَعِيذُ فِي صَلَاتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ (رواه البخاري)

10. Do’a Salam ke kanan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum wa-rohmatullaahi wa-barokaatuh.

Artinya: “Semoga keselamatan dan Rahmat Allah dan keberkahan-Nya terlimpahkan kepada kalian.”

11. Doa Salam ke kiri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
Assalaamua’alaikum wa-rohmatullaahi
Artinya: “Semoga keselamatan dan Rahmat Allah terlimpah kepada kalian “ (HR Tirmidzi)

Landasan dalil :

(848)- [997] حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ قَيْسٍ الْحَضْرَمِيُّ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ K ” فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ “(رواه الترمذي)

BACA JUGA :

Pengertian Air Mutlak

Cara Menghitung 2 Qullah Air

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.