Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Berbuat Baik Tak Pernah Menyesal

Agar dapat mengunjungi situs ini, harap matikan fitur Adblock saudara, ya!

Cara Belajar Anak TK : Aktif dan Menyenangkan

/
62 Views

Cara Belajar Anak TK – Bagaimana kabarnya, mom? Semoga terus sehat dan semangat, ya. Anak mom masih usia TK? Pastilah mom sedang seru-serunya mengikuti perkembangan ananda. Usia TK itu usia lucu-lucunya, jadi bunda harus banyak bersabar mendampinginya.

Lelahnya mom tak akan lama, kok. Karena masa saat ini tidak akan pernah terulang kembali, tiba-tiba kelak ananda sudah besar saja dan bunda akan merindukan masa-masa lucunya seperti saat ini.

Masih seputar pembelajaran untuk usia anak TK yaitu usia kisaran 4-5 tahun. Naah, sekarang kita akan mengangkat tentang cara belajar anak TK. Sebelum spesifik ke arah sana, kita recall lagi materi yang sebelumnya pernah dibahas yaitu tentang karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun.

Hal ini perlu diketahui, agar proses belajar yang kita bangun sesuai dengan fitrah mereka sebagai anak-anak, dan tidak menyalahi proses tumbuh kembangnya.

Karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun:

cara belajar anak tk

1. Tingkat konsentrasi masih rendah.
2. Usia bermain.
3. Motorik kasar masih mendominasi aktivitasnya.
4. Tahapan aktivasi otak dan panca indera sedang berkembang.
5. Berpikir kongkrit

Kalau sudah clear dengan karakteristik perkembangannya, sekarang saatnya memahami cara belajar yang tepat untuk ananda.

Cara Belajar yang Tepat untuk Anak TK

cara belajar anak tk
cara belajar anak tk

1. Belajar sambil bermain

Belajar yang paling efektif untuk ananda adalah belajar sambil bermain. Dibuat permainan yang riang gembira dan menyenangkan, melibatkan motorik kasar dan motorik halus, namun tetap memastikan aspek kognitif, emosi dan sosial tetap terlibat di dalamnya.

READ  Materi Anak TK : Trik Membangun Logika Berhitung

Untuk bisa melakukan hal ini, momy harus kreatif merumuskan permainan yang bermakna. Bisa dicari di buku-buku, internet, ataupun diskusi dengan orang-orang yang menguasai hal ini.

Sebenarnya tidak rumit juga, yang penting mom siap menyelami kehidupan ananda dan mom siap untuk bertingkah layaknya anak-anak ketika memutuskan mau bermain dengan mereka. Sangat sederhana sekali. Namun masukkan berbagai macam nilai bermakna bagi ananda di setiap permainan yang dilakukan.

2. Belajar di semua aktivitas anak

Efektifitas belajar anak adalah pada saat ananda melakukan aktivitas sehari-harinya sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Selain itu, bisa juga dengan mengajak ananda mengikuti aktivitas momy. Kata kuncinya adalah momy siap menjadi pendamping yang bermakna di keseharian ananda.

Ketika bangun tidur, ajari ananda untuk membaca doa bangun tidur, cara menyikat gigi, adab masuk ke kamar mandi, doa masuk ke kamar mandi, gerakan wudhu, solat subuh di masjid, berjalan ke masjid sambil menghitung langkah kaki, makan dengan tangan kanan, memahami zat yang ada pada nasi atau susu sehingga berefek untuk kesehatan tubuh ananda, dan sebagainya.

Ketika mom sedang menjemur, mom bisa ajak ananda ikut memeras pakaian, dan hal itu bagian dari pembelajaran motorik halus. Mom juga bisa ajarkan mana baju besar, mana baju yang lebih kecil. Hal itu adalah pembelajaran tentang konsep dasar matematika.

Di sore hari, mom bisa ajak ananda berjalan-jalan berkeliling komplek. Ketika berjalan-jalan, ajarkan tentang semua hal yang terkait dengan pohon yang dilihat, ajarkan aspek sosialnya dengan mengajak ananda menyapa tetangga atau membiarkannya bermain bersama teman sebayanya.

Bukan hal yang sulit, namun membutuhkan kesabaran untuk mendampinginya ya mom.

READ  Pelita Desa Ciseeng, Harga Tiket, Jenis Outbound, Lokasi, Fasilitas, 2019

3. Semua barang di sekitar bisa dijadikan sebagai fasilitas belajar

Untuk bisa belajar, ternyata tidak memerlukan fasilitas yang mahal. Cukup dibutuhkan inovasi dan kreatifitas. Ananda bisa belajar melalui kardus bekas, bisa belajar dengan cabe atau bawang yang sedang diiris oleh bunda, bisa belajar dengan plastik bekas, bisa belajar dengan kertas-kertas yang sudah tak terpakai, bisa belajar dengan baju-baju yang sudah tidak layak dipakai, dan sebagainya.

Ingatlah, mom, mengajak ananda belajar di usia TK tidak sesulit yang kita bayangkan. Sangat sederhana namun bisa jadi tak akan terlupakan bagi ananda, karena yang sangat penting adalah pendampingan mom di dalam kehidupan ananda.

Ditulis Oleh : Sari Yulianti, M.Pd.I (cdt)

Baca Juga :

Materi Anak TK : Trik Membangun Logika Berhitung

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar