Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Berbuat Baik Tak Pernah Menyesal

Agar dapat mengunjungi situs ini, harap matikan fitur Adblock saudara, ya!

img

Cara Menebak Kecantikan Wanita Bercadar [Ampuh]

/
/
15038 Views

Belakangan ini beredar isu larangan mahasiswi bercadar di sebuah kampus Islam di Yogyakarta. Pelarangan itu dilatarbelakangi perasaan khawatir di kalangan pengurus kampus akan adanya infiltrasi pemahaman radikal ke dalam dunia akademik. Tidak hanya itu, menurut pengampu kampus itu juga, katanya cadar adalah budaya arab sehingga tidak perlu di bawa ke kampus.

Sang rektor memberi illustrasi, pelarangan cadar bagi wanita tak ubahnya pelarangan mengenakan sarung bagi lelaki. Jika sarung yang termasuk budaya Indonesia dilarang masuk kampus, maka cadar pun –yang dalam pandangannya merupakan budaya Arab- juga dilarang masuk kampus. Artinya, pelarangan tersebut bukanlah perkara aneh. Jadi jangan terlalu dihebohkan.

Bukan sekedar melarang, pihak kampus juga mengancam akan mengeluarkan mahasiwi yang masih kekeuh mengenakan cadar. Tentu setelah dibina terlebih dahulu. Yang jelas, intinya kampus melarang wanita bercadar.

wanita bercadar
wanita bercadar

Berbeda dengan kampus Islam, kampus umum malah sebaliknya, mereka justru mentoleransi keyakinan fiqih yang dianut oleh kalangan bercadar. UGM misalnya, mereka tidak mempermasalahkan pakaian bercadar. Katanya, selama mengikuti etika kepatutan yang berlaku maka mengenakan cadar diperbolehkan.

Pelarangan bercadar oleh salah satu kampus Islam ini kemudian menuai kontroversi. Berbagai kalangan menilai bahwa pelarangan ini terlalu berlebihan. Disamping mengekang kebebasan, bagi sebagian kalangan bercadar juga dinilai hokum syariat. Jadi sebaiknya tidak perlu mengintervensi ranah pribadi. Di sisi lain ada juga kalangan yang mendukung pelarangan ini.

Setelah opini semakin memanas, pro kontra semakin mengudara bahkan berbagai statement pejabat juga mengemuka, belakangan sang rektor mencabut kembali pelarangan tersebut. Ini dilakukan karena untuk mendinginkan suasana katanya. Di samping itu, mereka juga khawatir gara-gara masalah ini anak bangsa malah terpecah belah. Singkatnya, pelarangan cadar pun dibatalkan.

Baca : Tips Menjaga Kesehatan Wanita

1. Psikologi Wanita Bercadar

Wanita bercadar, setidaknya didorong oleh salah satu dari tiga factor. Pertama faktor sosiologis, kedua faktor teologis, ketiga faktor psikologis. Adapun faktor sosiologis biasanya karena ia hidup di lingkungan yang memang banyak wanita bercadar bahkan ibunya sendiri bercadar. Dengan demikian, merupakan suatu yang wajar jika wanita dalam kondisi ini pun bercadar. Terlepas paham atau belum.

Sementara faktor teologis adalah mereka yang mulanya tidak bercadar namun kemudian mereka menemukan bahwa dalil bercadar lebih kuat daripada sebaliknya. Dengan demikian mereka pun melabuhkan pilihan menjadi wanita bercadar.

menebak kecantikan wanita bercadar
wanita bercadar

Sementara faktor psikologis dapat dibagi dua, yaitu faktor dari dalam seperti pernah hidup di suatu masa yang hitam lalu ia ingin hijrah dan faktor luar seperti –maaf- kecacatan fisik. Adapun faktor dari dalam misalnya ia ingin hijrah, ingin melupakan jejak masa lalu sejauh-jauhnya, ingin berubah menjadi wanita yang seperti baru dilahirkan.

Akhirnya dengan tekad keteguhan dan ketaatan, perubahannya pun melebihi wanita umumnya. Sementara faktor fisik, tak disangkal ada sebagian yang bercadar karena memang ingin menutupi ketidaksempurnaanya. Dengan demikian agak sulit juga mengeneralisir aktifitas wanita bercadar karena satu faktor semisal pemahaman radikal sebagaimana kesimpulan premature rektor kampus islam itu.

Meski wanita bercadar disebabkan beberapa faktor seperti penjelasan di atas, satu hal yang mesti kita ingat. Sebaiknya kita menghargai pilihan mereka. Terlebih perkara itu juga merupakan pendapat yang islamiy yang sepatutnya kita doakan agar motif bercadar hanya satu hal yaitu dorongan agama semata alias hanya diperuntukan untuk Allah Swt saja.

2. Menebak Kecantikan Wanita Bercadar

menebak kecantikan wanita bercadar
wanita bercadar sedang memanah

Bagian ini adalah hasil diskusi ringan di kalangan lelaki. Syahdan seorang lelaki bertanya kepada Abangnya “Bang, bagaimana kita tahu fisik wanita bercadar?” lalu si Abang berkata, “begini” sembari membenarkan posisi duduknya yang agak menyilang. “pertama perhatikan matanya” ia mengawali penjelasan sementara yang lain mulai fokus karena penasaran.

“Jika matanya bulat, tidak besar dan tidak kecil, alisnya tipis dan bulu matanya agak tebal, itu merupakan alamat pertama kalau ia cantik” jelasnya. Lalu seorang lelaki yang paling muda bertanya “lalu apa tanda kedua, apakah tanda yang abang sebutkan memiliki korelasi dengan hidung?” ia bertanya penuh semangat. Lalu si Abang berkata “relatif, tergantung…..” hmm

“maksudnya disamping memperhatikan mata, perhatikan juga hidung, apakah terlihat mancung seperti paruh burung atau tidak, kalau iya maka diduga kuat ia cantik” tutupnya sambil menyeruput secangkir kopi. Karena belum puas, si junior bertanya lebih dalam “Lalu bagaimana dengan mulut, apakah bibirnya juga manis”. Pertanyaan ini membuat si Abang mengerutkan dahi.

menebak kecantikan wanita bercadar
wanita bercadar

Lalu tak lama ia menjawab “Nah, kalau yang ini abang nggak tahu..hehe, sebab agak sulit menebak bagian ini. Tetapi setidaknya bisa ditebak melalui pendekatan suara. Jika suaranya halus dan pasih terutama menyebut huruf shod, tsa, ha, kho, dhodh dan kaaf maka diduga ia cantik di bagian itu”. Ia menjawab sembari mengusap hidung.

Sembari mengangguk, si juniar mengajukan satu pertanyaan lagi “satu lagi Bang, apakah ada korelasi antara jari-jari tangannya dengan kecantikan wajahnya?” Si Abang geleng-geleng kepala dengan sedikit menyungging senyum “ada” jawabnya. “begini, memang ada korelasi, tetapi tidak pasti. Tandanya, jika jari-jarinya agak pendek dengan kuku yang bulat, mungkin kurang cantik. Tetapi jika jemarinya agak kecil dan kukunya proporsional, mungkin ia cantik”.

“saya nambahin satu lagi Bang” tiba-tiba si mukidi yang dari tadi nguping pembicaraan muncul di ke tengah forum. “Apa?” tanya si Abang “Begini Bang, setahu saya bisa juga dilihat dari kaki atau ukuran sendalnya. Jika kecil proporsional, itu cantik. Jika besar, apalagi besar banget, diduga keras biasa saja”. Demikian diskusi seputar menebak kecantikan wanita bercadar.

menebak kecantikan wanita bercadar
wanita bercadar

Bagi kalangan lelaki memang agak sulit menebak fisik wanita bercadar terutama ketika hendak mencari pasangan hidup. Meski diperbolehkan nadzor alias melihat fisik di rumah orangtuanya tetapi apalah tega jika lelaki ke rumahnya hanya sekedar melihat fisik saja. Oleh sebab itu, di satu sisi si lelaki ingin memiliki istri shalihah dengan asumsi kriteria itu ada di cadar, tetapi di sisi lain sifat kelelakiannya kurang terpenuhi hak penilainnya.

Demikian artikel yang sederhana ini, mudah-mudahan menjadi bacaan renyah yang tentu tidak perlu ditanggapi secara serius. Anggap saja tulisan ini hanya mencapture dari sebuah diskusi wajar yang kemudian disuguhkan ke ruang publik untuk ditertawakan. Atas dasar itu, maka kami memasukan artikel ini pada kolom berita viral.

Oya, jangan lupa klik iklannya ya. Terima kasih atas kerjasama dan kebaikan anda.

Baca Juga :

Baca : Tips Menjaga Kesehatan Wanita

5 Film Romantis Indonesia yang Endingnya Bikin Kamu Ingat Mantan

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar