Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Berbuat Baik Tak Pernah Menyesal

Agar dapat mengunjungi situs ini, harap matikan fitur Adblock saudara, ya!

img

Kisah Ini Lebih Romantis dari Kisah Dilan dan Titanic

/
/
1386 Views

Kapal Titanic diabadikan sejarah sebagai kapal legendaris yang tenggelam setelah usai mengadakan pelayaran pertama. Karena kehebatan kapal ini, para penumpangnya pun meyakini bahwa kuasa takdir tak akan mampu menenggelamkannya. Kemudian kisah ini semakin dikenang sejarah tatkala dikisahkan kembali melalui film mengharu biru yang sangat menggetarkan hati kawula muda terutama yang sedang mencari model romantisme dan cinta.

Dengan sentuhan film ini, banyak air mata yang bercucuran, dan berapa banyak hati yang tersentuh terutama saat melihat sang pahlawan mati-matian menyelamatkan kekasihnya meskipun nyawanya sendiri menjadi taruhannya.

Wahai kawula muda, ketahuilah orang-orang yang memahami romantisme hanya melalui tontonan drama sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang kehilangan romantisme. Mereka hanya duduk manis menunggu romantisme hadir untuk mengairi kekeringan jiwa mereka melalui adegan-adegan film atau sinetron yang mereka lihat, atau mungkin dengan membaca roman picisan.

kisah yang lebih romantis dari titanic
tenggelamnya kapal titanic

Sungguh, kita sangat prihatin tatkala menyaksikan gambaran cinta sejati semakin jarang ditemui dalam kehidupan manusia. Apakah benar mereka belum pernah mengerti gambaran tentang cinta kecuali dalam syair lagu, cerita drama korea, atau kisah-kisah roman picisan dalam novel?

Mari kita mengingat ke belakang untuk menelusuri beberapa kisah romantis dari sosok-sosok terbaik tiada banding. Perlu diingat, kisah bukan hanya himpunan tulisan yang diceritakan, bukan pula rekaman peristiwa dan kejadian masa lampau. Lebih dari itu, kisah dipelajari untuk diambil hikmahnya dan untuk pendidikan generasi selanjutnya agar mereka tak salah dalam mencontoh sosok teladan dalam kehidupannya. Dalam AL-Qur’an Allah berfirman: “Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir” (QS. Al-‘Araf [7]: 176).

Sebelum kita tilik kisah-kisah tersebut izinkan saya mengutip sebuah ungkapan dari M. Anis Matta ; “Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.”

1. Kisah pertama

kisah yang lebih romantis dari titanic
jihad fi sabiilillah

Sekelompok pasukan sedang kembali dari medan peperangan dengan membawa sejuta kelelahan. Saking rindunya pada kampong halaman, para prajurit pun berjalan dengan cepat. sementara sang panglima berada di belakang mereka. Setelah semakin jauh dan tak terlihat, lantas panglima meminta istrinya agar turun dari unta yang ditungganginya.

Kemudian mereka beradu balap lari. Sontak seketika itu sang istri tertawa sumringah. Ia yakin kalau dirinya bisa memenangkan adu lari tersebut. Keduanya pun lari berkejaran dengan diiringi canda tawa. Sungguh, sebuah pemandangan yang indah tentang arti cinta dan kasih sayang.

Wahai kawula muda, ketahuilah sosok suami yang romantis itu tak lain adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, seorang pemimpin agung tiada banding. Meski kesibukannya mengurus umat, tetapi tak membuat beliau melupakan hak istri yang diantaranya mendapatkan cinta dan keromantisan.

taaruf syari
kisah romantis

Kisah di atas bukan satu-satunya cerita tentang romantisnya beliau. Banyak lagi kisah-kisah yang sangat menakjubkan yang telah ditulis oleh para ulama sejarah. Misalnya seperti yang dituturkan oleh Anas bin Malik sebagai berikut;

“Dalam perjalanan pulang ke Madinah (sepulang dari perang khaibar), saya menyaksikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk di samping untanya. Beliau lantas menekukkan lututnya, kemudian Shafiyyah (istri beliau) meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga ia dapat naik ke atas unta.”

Sungguh, baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak merasa malu pada para pasukannya yang menyaksikan peristiwa ini. Diketahui, tubuh Shafiyah memang agak kecil sehingga mengalami kesusahan ketika hendak menaiki unta.

2. Kisah Kedua

kisah yang lebih romantis dari titanic
kisah lebih romantis dari dilan

Ketika itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang menyantap makanan di ruang jamuan bersama ‘Aisyah radhiayallahu ‘anhaa. Posisi keduanya berdekatan. Beliau mengambil sepotong daging di hadapannya untuk kemudian meyuapkannya ke mulut ‘Aisyah lalu makan bersamanya.

Ketika ‘Aisyah minum, saat itu ‘Aisyah sedang haid, lalu beliau mengambil segelas air dan mendekatkan mulutnya ke bagi gelas bekas mulut istrinya. Demikianlah kelembutan seorang pria, dan inilah yang dinamakan cinta sejati. The real romantisme.

3. Kisah ketiga

kisah yang lebih romantis dari titanic
makan khalifah utsman bin affan

Istri milyader mulia ‘Abdurrahman ibn Auf, berucap kepada ‘Utsman ibn ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, “Bersediakah engkau menikah dengan putri pamanku, seorang gadis yang cantik, tubuhnya padat, pipinya lembut, dan pikirannya cerdik?”

“In syaallah”, jawab ‘Utsman ,”Siapakah dia?” tanyanya penasaran.
“Nailah binti Al Farafishah Al Kalbiyah”
Sesudah mereka menikah, ‘Utsman bertanya pada Nailah, “pastinya kau tak suka melihat ketuaanku ini?”

Nailah tersenyum dan menunduk sambil berkata, “Saya termasuk wanita yang lebih suka memiliki suami yang lebih tua.”
“Tapi aku terlampau jauh dari usiamu?”
Kembali Nailah tersenyum dan berkata, “Tapi masa mudamu sudah kau habiskan bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

Waktu berlalu, hari berganti, dan bulan pun demikian, Nailah yang telah melahirkan Maryam dan ‘Anbasah binti ‘Utsman dari penikahan ini tetap setia mendampingi suami tercinta. Hingga ketika hari itu tiba, saat pasukan pembangkang mengepung rumah ‘Utsman, lalu mereka menerobos masuk dan mendapati beliau sedang tilawah.

taaruf sebelum menikah
kisah romantis

Tanpa menggubrisnya mereka mengayukan pedang-pedang terlaknat ke tubuh beliau yang tua renta. Nailah, sang bidadari, segera menjatuhkan tubuh ke pangkuan ‘Utsman untuk melindunginya. Dan, jari-jari tangan perempuan itu terkena pedang hingga terputus.

Ketika ‘Utsman wafat dalam kemuliaan, Mu’awiyah ibn Abu Sufyan mengirim utusan untuk meminang Nailah. Tapi apa jawaban Nailah.? “Tidak mungkin ada seorang manusia pun yang bisa menggantikan kedudukan ‘Utsman di dalam hatiku.”

Kisah yang sangat indah nan menyentuh jiwa. Cinta di dalam gerbong syari’at tak akan pudar meski waktu berlalu dan silih berganti. Diketahui, saat itu ‘Utsman berusia sekitar 81 sedangkan Nailah 18. Tetapi Nailah dapat membuktikan cintanya.

Kesetiaan merupakan watak mulia yang sepatutnya dimiliki orang-orang. Karena cinta akan indah, menyenangkan, dan menentramkan manakalah saling setia. Kesetiaan adalah bukti paling nyata. Kesetiaan setiap orang bebeda-beda kadarnya. Semua tergantung sifat masing-masing orang. Namun hal tersebut harus berada di rel syari’at agar abadi dunia sampai akhirat.

Ibn Hazm al-Andalusy berucap dalam sebuah sya’ir:
Kemuliaan seseorang dilihat dari kesetiaannya
Selain pada kesetiaan janganlah kau cari bukti lainnya
Kurma berbuah angggur pernahkan kau melihatnya
Atau lebah menyimpan kayu harum di sarangnya.

kisah yang lebih romantis dari titanic
dilan

Sungguh, betapa mengherankan jika umat Islam hanya mengagungkan kisah-kisah semu yang mereka anggap romantis seperti Dilan dan Titanic. Sementara di sisi lain mereka tidak tahu sedikit pun kisah romantic ala Rasulullah. Mudah-mudahan dengan secuil kisah ini dapat memotivsi kita untuk selalu meniru setiap gerak gerik Rasulullah dan para sahabat rodiyallahu ajmaiin.

Demikian semoga bermanfaat, Jangan lupa klik klik klik IKLANnya ya. 

Referensi:
Indahnya Bahasa Cinta, Karya: Karim As-Syadziliy.
Buku Pintar Sejarah Islam, Karya: Qasim A. Ibrahim & Muhammad A. Saleh.
Di Bawah Naungan Cinta, Karya: Ibnu Hazm El-Andalusy.
Agar Bidadari Cemburu Padamu, Karya: Salim A. Fillah

Ditulis Oleh Hariri al-Basori (Mahasiswa Pascasarjana UIN SMHB)

Baca juga :

Jodoh dari Allah

5 Film Rontantis yang Endingnya Bikin Kamu Ingat Mantan

Mahasiswi UIN Tujuh Jurusan Ini Bakal Jadi Calon Istri Idaman

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar