Materi Anak TK : Trik Membangun Logika Berhitung

Materi Anak TK – Hello, mom. Masihkah bahagia hari ini? Good. Momy bahagia, seluruh keluarga pun bahagia dan selamat sejahtera. Tapi sebaliknya, jika momy hilang bahagia, maka warga keluarga bahkan tetangga pun ikut terbawa sendu dan galaunya.

Maklumlah, Momy-momy kalau lagi hilang bahagia pasti akan berulah di luar kebiasaan. Heee.. piss ya mom. Pesannya adalah tetaplah jaga bahagia, agar tetap bisa berakal sehat dan beraktivitas dinamis untuk keluarga.

Baiklah, kali ini kita akan sharing tentang cara sederhana dan menyenangkan membangun logika berhitung pada anak usia TK.

Kira-kira usia 4-5 tahun. Sebelum masuk ke inti yang akan kita bicarakan, baiknya kita mengenal dulu karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun ya, mom.

Karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun

Anak usia TK biasanya berkisar antara usia 4-5 tahun. Beberapa karakteristiknya antara lain :

1. Tingkat konsentrasi masih rendah

Hitungan standar konsentrasinya adalah usia di kalikan 1 menit. Jika usia 3 tahun, maka dikalikan 1 menit (3 X 1), jadi usia konsentrasinya adalah 3 menit dalam sekali duduk.

Artinya apa? Bahwa anak usia 3 tahun, rata-rata bisa duduk diam hanya 3 menit saja, selebihnya akan mulai bergerak-gerak, goyang-goyang, lari-lari dan sebagainya.

Namun bukan berarti itu adalah hitungan kaku, ada juga anak yang usianya 3 tahun tingkat konsentrasi sudah melebihi usianya, ada juga yang dibawah usianya.

Yang berarti, jika anak ini tingkat konsentrasinya di bawah standar perhitungan, momy mesti memberikan treatmen bagi ananda.

Misal dengan cara bermain motorik halus seperti menggambar, mewarnai, meronce, menempel, menggunting, dan sebagainya.

2. Usia bermain

Usia 4-5 tahun masih usia bermain. Sehingga momy akan melihat anak-anak ini tidak pernah habis energinya untuk bermain.

Karena itulah, momy harus cerdas memanfaatkan kondisi ini. Artinya momy harus kreatif merancang pelajaran dalam bentuk permainan.

Sehingga, ketika momy sedang mengajarkan suatu hal, ananda senang dan menganggap momy sedang mengajaknya bermain seru.

Agar bisa membuat rancangan permainan yang bermakna, maka momy harus banyak-banyak searching permainan anak dan menginovasikannya dengan pelajaran yang akan ditanamkan pada ananda.

Seru, asik dan menyenangkan pastinya. Momy tertantang, ananda pun senang.

3. Motorik kasar masih mendominasi aktivitasnya

Ananda usia 4-5 tahun masih sangat senang berlari, melompat, loncat, naik turun tangga atau kursi, dan lain-lain. Aktivitas motorik kasarnya banyak mendominasi kesehariannya.

Karena itulah, kita sering melihat anak-anak usia TK sangat senang sekali berlari-lari tanpa kenal lelah.

4. Tahapan aktivasi otak dan panca indera sedang berkembang

Agar otak dan panca inderanya dapat teraktivasi dengan baik, maka momy harus banyak memperlihatkan berbagai macam hal dan menyampaikan informasi tentang apa yang dilihat.

Momy harus sering merangsang ananda agar keingintahuannya semakin meningkat, sehingga ananda akan sering banyak bertanya tentang apapun.

Pada saat itulah, momy tidak boleh lelah untuk menjawab setiap pertanyaannya. Karena hal itu adalah bagian dari proses aktivasi otak dan panca indera.

5. Berpikir kongkrit

Ananda baru bisa mempelajari segala sesuatu yang terindera. Belum mampu berpikir abstrak. Sehingga momy perlu membuat pernyataan dengan yang bisa ia indera.

Naah, mom, dari kelima karakteristik itulah kita bisa membuat trik untuk membangun logika berhitung ananda.

Sehingga logikanya akan terbentuk, dan ananda pun senang berhitung tanpa merasa terbebani pikirannya. Bagaimana caranya?

Diantaranya adalah :

  1. Ajaklah ananda belajar dengan cara moving atau bergerak, agar anak tidak cepat bosan
  2. Tetapkan permainan yang disukai oleh anak
  3. Gunakan metode belajar kongkrit.
materi anak tk

materi anak tk

Contoh:
Mengajarkan penjumlahan 1-10 dengan bermain bola warna-warni.

  • Ananda diberikan 2 keranjang kosong
  • Instuksikan ananda mencari bola yang sewarna sebanyak 10, dan memasukkannya ke dalam keranjang 1.
  • Kemudian instruksikan ananda untuk bermain lempar bola sesuai permintaan momy. Bola dilemparkan sampai masuk ke keranjang 2. Misal: lemparkan 2 bola ke keranjang yang lain.
  • Setelah dilempar, ananda diajak untuk menghitung sisa bola yang ada di keranjang 1. Momy bisa mengatakan: Berapakah sisa bola di keranjang 1? Kita hitung lagi yuk, 1, 2, 3….8..
  • Jangan lupa sampaikan pujian dan reward berupa tos tangan. Ananda pasti akan suka.

Begitulah caranya untuk membangun logika berhitung pada ananda, mom. Seru dan menyenangkan. Tapi momy harus kreatif loooo. Pasti momy bisa..

Ditulis oleh : Sari Yulianti, M.Pd.I (cdt)

Baca Juga :

Parenting Nabawiyah : Pendidikan Akhlak untuk Anak

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.