Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Berbuat Baik Tak Pernah Menyesal

Agar dapat mengunjungi situs ini, harap matikan fitur Adblock saudara, ya!

Parenting Nabawiyah : Pendidikan Akhlak untuk Anak

/
120 Views

Parenting Nabawiyah – Semoga momy semua dalam kondisi sehat dan terus strong ya. Biar bagaimanapun, seorang momy itu manajer dalam rumah. Semua hal yang berkaitan dengan rumah dan anak, momy lah yang melakukan pengelolaan. Luar biasanya, pengelolaan di dalam rumah ini tak pernah selesai-selesai, malahan bisa jadi setiap hari semakin bertambah yang harus dikerjakan.

Benarkan mom? Pastilah benar. Karena itulah, momy harus terus sehat dan strong supaya rumah aman dan terkendali. Salah satu yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan seorang momy adalah pendidikan anak, salah satunya terkait pendidikan akhlak bagi ananda momy.

Pendidikan akhlak adalah pendidikan yang diberikan pada anak agar sikap mereka baik, sesuai dengan yang Allah Swt perintahkan. Sehingga anak akan menjadi qurrota a’yun (penyejuk mata) bagi orang tuanya, bahkan bagi masyarakat sekitarnya. Anak yang berakhlak itu seperti mutiara yang berkilau, siapapun akan mengagumi dan ingin memilikinya karena harganya sangat mahal.

Yang menjadi masalah, aspek akhlak saat ini adalah hal yang paling sulit dibangun pada diri ananda. Kenapa begitu? Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Diantaranya karena faktor orang tua yang tidak memberikan pemahaman terkait akhlak kepada anak dan kurang memberikan peneladanan.

Selain itu, faktor lingkungan yang sudah krisis akhlak salah satunya disebabkan karena efek buruk dari acara-acara tidak mendidik yang ditayangkan di media khususnya televisi dan internet.

Akhirnya muncullah anak-anak yang senang membully, anak yang hilang sopan santunnya, tidak mau diatur, cepat emosi dan melawan, sering berkelahi, berpakaian tanpa etika, hilangnya sikap hormat pada orang tua dan guru, dan sebagainya.

Menyedihkan dan sangat miris sekali, sehingga sebagai orang dewasa kita perlu untuk memperbaiki kondisi buruk ini. Karena itulah, pada tulisan kali ini, yuk kita sharing tentang bagaimana mendidik akhlak pada anak seperti cara Rasulullah saw.

1. Menjadi teladan dan melakukan pembiasaan

cara mendidik anak
cara mendidik anak

Akhlak sudah harus mulai diperkenalkan pada anak dari sejak masih usia dini. Ketika masih anak-anak, apa yang dia lihat akan sangat menempel dalam benaknya. Terutama dengan sikap orang tuanya.

Anak adalah peniru ulung, ini sesuai dengan pendapat Albert Bandura teori sosial learning. Apa yang dilakukan oleh orang di sekitarnya pasti akan diikuti, apa yang dilihatnya pasti akan diikuti. Karena itu, berikan contoh yang baik, agar yang diikuti oleh anak adalah hal baik.

Luar biasanya, sudah berabad-abad yang lampau, Rasulullah saw mengajari kita tentang hal ini. Rasulullah saw selalu menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan seluruh sahabatnya. Dikisahkan, Ali bin Abi Thalib ketika masih kecil tinggal bersama Rasulullah saw.

Pada awal diutus menjadi Rasul, beliau menjalankan aktivitas ibadah yang diperintahkan Allah. Rasulullah lakukan bersama dengan istrinya, Siti Khadijah. Pada saat itulah, Ali yang masih kecil mengamati semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah. Hingga satu waktu, Ali menanyakan apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh Rasulullah, gerakan-gerakan apakah yang aneh itu, bacaan apakah itu.

Pada saat itulah, Rasullah menyampaikan bahwa yang dilakukan adalah aktivitas ibadah, menyembah Tuhan Pencipta Alam yaitu Allah Swt. Aktivitas sholat, membaca Al-Qur’an dan lainnya.

Akhirnya Ali kemudian mengikuti semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah tanpa banyak bertanya lagi. Ketika Ali sudah memahami, Rasulullah saw kemudian membiasakan Ali untuk selalu beribadah seperti yang dicontohkan.

2. Memberikan lingkungan yang tepat

cara Rasulullah mendidik anak islamic parenting
anak meniru orang tua

Lingkungan yang baik akan menghasilkan mayoritas orang-orang baik, sementara lingkungan yang buruk akan menghasilkan mayoritas orang-orang buruk. Karena itulah, momy harus berhati-hati dalam memilih lingkungan bagi ananda.

Dimulai dari lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, sampai lingkungan tempat bermain ananda.

Rasulullah saw ketika ditunjuk menjadi Rasulullah, beliau melakukan aktivitas dakwah. Ketika ada sahabat yang masuk Islam, beliau gabungkan mereka dalam sebuah tempat di Daarul Arqom.

Di tempat itulah, Rasulullah saw mengajarkan berbagai hal tentang Islam, mencontohkan berbagai ibadah yang harus dikerjakan, membiasakan para sahabat untuk mengerjakan ibadah bersama dan mengajarkan mereka untuk menyelesaikan berbagai macam masalah berdasarkan wahyu dari Allah Swt.

Luar biasanya, dari Daarul Arqom itulah muncul 40 sahabat yang kuat dan tangguh yang akhlaknya adalah Al-Qur’an. Mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka.

Muncul sosok Abu Bakar yang semua orang tidak pernah melihat sedikitpun keburukan pada dirinya. Sosok Mush’ab bin Umair yang menyebarkan Islam di Madinah dan menjadi orang terpercaya, Abdurrahman bin Auf seorang kaya raya yang dermawan.

Dan mereka adalah orang-orang yang saling memulyakan satu sama lain, bahkan berani berkorban untuk kehidupan sahabat-sahabatnya. Itulah kekuatan sebuah lingkungan. Karena itu, berhati-hatilah bunda dalam mencari lingkungan bagi ananda.

3. Memberikan pemahaman tentang hukum-hukum Allah Swt

islamic parenting dialog langsung ke inti persoalan
dialog ayah dengan anak

Kata kunci paling utama, bahwa akhlak itu adalah syariat Allah yang sudah menyatu dalam diri individu. Menyatu dalam dirinya karena syariat itu ia pelajari, ia pahami, dan ia amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ia lentur dalam pelaksanaannya tidak tergagap-gagap lagi karena sudah biasa dalam menjalankannya.

Memberikan pemahaman tentang hukum-hukum Allah Swt wajib dilakukan momy. Karena hukum-hukum Allah itulah yang akan menjadi rambu-rambu di dalam kehidupan sehari-harinya.

Biar bagaimanapun, hukum Allah adalah panduan mutlak yang harus dipahami ananda. Agar hidupnya tidak sesat dalam kegelapan. Mom sebagai orang tua pun tidak akan selalu berada di samping ananda. Karena itu, memberikan panduan hukum Allah sejak dini akan membuat ananda menjadi lebih terjaga dunia dan akhirat.

Itulah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah saw. Beliau tidak pernah jenuh memberikan pengajaran tentang Allah dan wahyu kepada keluarga dan sahabatnya.

Siapkah mom melakukan ketiga hal tersebut? Memang hal tersebut berat, karena itu mom harus memiliki komunitas agar bisa saling menguatkan satu sama lain. Selain itu, mom juga harus memiliki pandangan yang sama dengan suami, agar bisa saling bersinergi dan saling menguatkan dan membackup kekurangan satu sama lain demi mewujudkan anak berakhlak.

Semangat ya, mom. Jangan lupa bahagia..

Ditulis Oleh : Sari Yulianti, M.Pd.I (cdt)

Baca Juga : 

5 Cara Nabi Mendidik Anak yang Wajib Diketahui Oleh Mamah Muda

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

1 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar