Tata Cara Ekspor Kopi Ke Jepang (BARU 2019)

Tata Cara Ekspor Kopi – Kopi adalah barang komoditas yang sangat familiar saat ini. nampaknya tak ada satu pun yang tak mengenal kopi.

Terlebih lelaki, mereka sangat mengenalnya hingga sekian jenis, dan di antara beragam jenis itu, biasanya lelaki memiliki salah satu untuk dijadikan kopi andalannya.

Selain untuk kehangatan tubuh, kopi juga cenderung sebagai bukti kesatriaan seorang lelaki. Kata mereka, belum afdhal kelaki-lakian seseorang jika tidak mengkonsumsi salah satu dari dua hal, kopi dan udud.

Meskipun pernyataan ini belum teruji kebenarannya, tetapi secara ‘adat (kebiasaan) nampaknya kedua benda tersebut memang lekat dengan para lelaki.

Karena tingginya permintaan, maka produk kopi pun semakin menggeliat bermunculuan. Satu persatu para pengusaha mulai melirik dan membuat pabrik kopi.

Bukan saja untuk memenuhi permintaan dalam negeri, tetapi mereka juga membaca peluang permintaan luar negeri. Akhirnya dunia ekspor pun semakin maju.

Sejarah Penemuan Kopi

Orang pertama yang menemukan kopi adalah seorang penggembala asal Abyssinia yang bernama Khalid pada tahun 800 SM. Ketika itu, Khalid tidak secara sengaja menemukan kopi.

Kronologinya, khalid sedang menggembala, lalu hewan gembalaannya memakan sejenis buah beri. Lalu binatang tersebut tetap terjaga hingga larut malam. Artinya, mereka tidak tidur.

Setelah merasa heran, Khalid pun mencoba memasak dan memakan buah tersebut, lalu merasakan sesuatu yang beda, yaitu sulit mengantuk.

Akhirnya kebiasaan it terus berkembang di berbagai wilayah Afrika dengan metode konvensional. Lambat laun, penyajian pun semakin berkembang dan maju terutama ketika mencapai daratan Arab.

Penyebaran kopi di Arab

ekspor kopi

penyebaran kopi

Ketika kopi tiba di Arab dimana saat itu Arab sudah berperadaban lebih maju ketimbang Afrika, maka orang-orang Arab memiliki cara penyajian yang lebih ‘modern’ ketimbang cara-cara tradional orang Afrika.

Di antaranya, bangsa Arab mampu memasak kopi dengan cara direbus dan diambil sarinya.

Efek tahan kantuk setelah mengkonsumsi kopi akhirnya digunakan oleh Arab Muslim untuk kepentingan beribadah di malam hari.

Akhirnya, seiring dengan berbagai agenda penaklukan oleh kekuasaan muslim, kopi pun turut menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk daerah mediterania dan India.

Penyebaran Kopi di Eropa

ekspor kopi

Kopi mencapai daratan Eropa pada tahun 1615 yang dibawa oleh saudagar Venesia. Kala itu, si Saudagar mendaptkan pasokan kopi dari para pengusaha Turki.

Hanya saja, karena masih terbilang perdagangan tradisional, maka ekspor yang dilakukan pun terbilang sederhana dan tidak memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, orang-orang Erofa mulai membudidayakannya sendiri.

Lalu sekitar tahun 1690 kopi baru masuk ke Pulau Jawa agar dikultivasi dengan sekala besar. Ketika itu, pulau jawa sedang dijajah oleh kolonial Belanda.

BACA : Jurus Jitu Jualan Online Untung Milyaran Rupiah

Kategori Kopi

Sejak jaman dahulu, budidaya kopi terdapat 4 kategori yaitu kopi robusta, kopi arabika, kopi excels dan kopi Algeria.

Dari keempat kategori ini, hanya dua kopi yang familiar dibudidayakan pada abad 19 yaitu kopi robusta dan arabika.

Adapun dua kategori lainnya, hanya sebatas dibudidayakan individu dengan sefkala kecil.

1. Kopi Robusta

ekspor kopi

kopi robusta

Kopi Robusta adalah kopi yang memiliki rasa lebih tajam ketimbang kopi lainnya. hal ini terjadi lantaran kandungan kafeinnya yang sangat tinggi. Untuk keperluan tahan kantuk, Robusta tentu jadi favorit.

Adapun negara pemasok kopi robustar terbesar masih dikuasai oleh Vietnam. Sekitar 30% kebutuhan kopi robusta dunia dipasok oleh Vietnam.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa daerah yang dikenal memiliki pasokan kopi robusta terutama daerah dataran tinggi seperti Gayo, Mandheiling dan Lampung.

2. Kopi Arabika

ekspor kopi

Kopi Arabika adalah kopi yang kandungan kafeinnya lebih rendah ketimban Robusta. Karena itu, kopi ini tidak terlalu pait. Sealin itu, biji kopinya juga lebih panjang ketimbang biji kopi robusta.

Hingga saat ini, negara pemasok arabika terbesar adalah Brazil. Kira-kira 43% pasokan Arabika dunia masih didominasi negara tersebut.

3. Kopi Luwak

ekspor kopi

kopi luwak

Ketika kopi mengalami perkembangan, kita pun mengenal nama Kopi Luwak yang kini hari menjadi kopi termahal sedunia, harganya mampu menggeser kopi Brazil dan Vietnam.

Hebatnya, kopi yang memiliki harga termahal ini ada di Indonesia sehingga negera kita menjadi pemasok terbesar untuk kebutuhan dunia.

Berdasarkan penamaannya, kopi ini diambil dari biji kopi yang berasal dari perut luak. Artinya, hewan luak memakan biji kopi ini, lalu ketika mereka buang air besar, biji kopi ini diambil darinya untuk diolah.

Adapun negara-negara yang kecanduan dengan kopi ini misalnya Jerman, Belgia, Italia, Prancis, Belanda bahkan Amerika Serikat.

Harga Kopi Gayo Merador (Luwak, Arabika dan Robusta)

ekspor kopi

harga kopi

A. Roasted bean / biji Roasting dan bubuk :

1. Luwak :

  • Wild Luwak Gayo Special Grade : Rp. 650,000 / Kg ( Export Quality)

2. Arabika:

  • Wine Arabika : Rp. 590,000/ Kg ( New Product)
  • King Arabika Gayo : Rp. 265,000/Kg ( Export Quality)
  • Arabika Longberry : Rp. 265,000/ Kg ( Export Quality)
  • Arabika Peaberry : Rp. 260,000/ Kg ( Export Quality)
  • Arabika Speciality : Rp. 235,000/ Kg ( Export Quality)
  • Arabika Grade I Premium Quality : Rp. 195,000 / Kg

3. Robusta :

  • Grade II : Rp. 85,000 / Kg
  • Grade excellent quality : Rp. 100,000 / Kg ( Export Quality)

B. Green bean / Biji mentah Kualitas Ekspor :

1. Luwak :

  • Wild Luwak Gayo Special Grade : Rp. 350,000 / Kg ( Export Quality)

2. Arabika:

  • Wine Arabika : Rp. 350,000/ Kg ( New Product)
  • King Arabika Gayo : Rp. 125,000/Kg ( Export Quality)
  • Arabika Longberry : Rp. 120,000/ Kg ( Export Quality)
  • Arabika Peaberry : Rp. 119,000/ Kg ( Export Quality)
  • Arabika Speciality : Rp. 100,000 / Kg ( Export Quality)
  • Arabika Grade I Premium Quality : Rp. 89,000 / Kg

3. Robusta :

  • Low Quality : Rp. 29,000 / Kg
  • Grade excellent quality : Rp. 45,000 / Kg ( Export Quality)

Sobat sekalian, karena permintaan dan pasar kopi begitu menggeliat, akhirnya para pengusaha kopi pun mulai merambah ke dunia ekspor.

Hanya saja, ketika mereka ingin menekuni dunia ekspor, mereka tidak mengetahui bagaimana cara ekspor barang.

Nah, berikut ini akan kami sharingkan tata cara ekspor kopi ke berbagai negara seperti ekspor ke Jepang, China, Arab dll

BACA : Peluang Bisnis Minuman Modal Kecil Untung SEABREK

Tata Cara Ekspor Kopi

ekspor kopi

tata cara ekspor kopi

  1. Eksportir harus berbentuk PT atau CV atau badan usaha yang memiliki legalitas jika ingin mengekspor sendiri komoditas anda.
  2. Eksportir memiliki surat ijin ekspor sementara. Jika sudah berjalan, artinya jika anda sudah mengekspor selama setahun dengan jumlah minimal 200 ton, maka anda akan menjadi eksportir tetap yang resmi terdaftar.
  3. Eksportir membuat Invoice, Packing List, SI (shipping instruction), dan SPEK (surat permohonan ekspor kopi).
  4. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) akan diajukan ke pihak bea cukai untuk diterbitkannya NPE ( Nota Pemberitahuan Ekspor).
  5. Eksportir mulai mengangkut barangnya, stuffing, dan mengantarkannya ke alamat gudang di bea cukai (saran kami, gunakan saja jasa undername seperti Mister Eksportir) silahkan merujuk ke sana.
  6. Kopi yang akan diekspor harus memiliki sertifikat karantina produk holtikultura ( Phytosanitary Certificate)
  7. Jika proses NPE (Nota Pemberitahuan Ekspor) selesai, Kopi saudara siap diluncurkan ke tujuan menggunakan mode pengiriman udara atau laut.
  8. Terkait pembuatan COO/ SKA dan ICO (international Coffee organization) Certificate, kita perlu untuk menyerahkan PEB,NPE, Packing List, dan Invoice diserahkan ke instansi terkait seperti Dinas koperasi dan perdagangan.
  9. Setelah proses sudah selesai semua, barulah kita siapkan beberapa dokumen berupa Packing list, Invoice, COO, ICO dan COA ( jika ada) untuk kita kirimkan ke alamat buyer karena semua dokumen tersebut dibutuhkan untuk pengurusan kepabeanan dinegara tujuan.

 

Demikian sederet info terkait pengertian kopi, sejarah kopi, macam-macam kopi, harga kopi dan tata cara mengekspor kopi ke negara jepang, china, arab, erofa, afrika, Amerika dan negara-negara lain.

Semoga sobat mendapatkan manfaat dari info ini.

BACA JUGA : 

4 Cara Usaha Online untuk Newbie (BARU 2019)

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.