Mengapa Belajar Bahasa Arab Sangat Sulit? Ini Penjelasannya!

Seiring dengan adanya arus hijrah, kini tak sedikit orang yang mulai belajar bahasa arab. Hal itu bisa kita saksikan dari kemunculan berbagai lembaga kursus bahasa arab terutama di perkotaan.

Boleh dikata, kalau dahulu kala belajar bahasa arab hanya ditemukan di madrasah-madarasah atau pesantren, kini belajar bahasa arab bisa ditemukan di mana saja.

Tak tanggung-tanggung, para pembelajarnya pun sangat beragam mulai dari mahasiswa, umum bahkan para artis.

Motivasi Belajar Bahasa Arab

Saya tidak tahu motivasi mereka dalam mempelajari bahasa arab, karena motivasi erat kaitannya dengan hati. Jadi saya nggak tahu hati mereke. Hehe

Tetapi sebagai sebuah asumsi, mungkin mereka ingin lebih serius dalam mempelajari agama kali ya. Soalnya dengan belajar bahasa arab, nantinya mereka bisa mengerti al-Quran, al-Sunnah dan kitab-kitab para ulama.

Setelah tahu dan paham, nanti mereka bisa menyampaikannya kepada orang lain.

Tetapi tunggu dulu…

Ketika mereka belajar bahasa arab, bukan berarti tanpa tantangan dan kesulitan. Justru, ada sekian banyak orang yang tak paham-paham. Padahal mereka sudah ikut kursus sana kursus sini.

Aneh memang, meski berbagai metode telah mereka coba tetapi tetap saja nggak bisa tuh bahasa arab. Jangankan bisa ngomong, untuk sekedar mengetahui jenis kalimat saja blepotan.

Mengapa Belajar Bahasa Arab Sangat Sulit?

Untuk menjawabnya, saya punya beberapa alasan subjektif. Dalam arti, ini paradigma saya saja sesuai yang saya ketahui dan alami.

Bisa jadi alasan ini akan berbeda dengan anda dan siapa pun yang pernah belajar bahasa arab.

Selain itu, saya juga mengamati dari murid-murid saya yang belajar ke saya. Di antara mereka memang ada yang mudah memahami dan ada juga yang sulit. Saya akan fokus ke murid-murid yang bermasalah 🙂

Berikut ini alasan valid mengapa belajar bahasa arab sangat sulit :

1. Niatnya TidaK Lurus

Ingat, bisa bahasa arab itu bukan sekedar untuk gagah-gagahan, bisa ngedalil, bisa memahami al-Quran dan sebagainya.

Bisa bahasa arab juga bukan sekedar untuk keduniaan sebagaimana ilmu-ilmu yang lain.

Bahasa arab itu erat kaitannya dengan belajar agama.

Oleh sebab itu, hal pertama yang patut anda tanamkan ketika hendak mengkaji bahasa arab adalah meluruskan niat.

Niat yang lurus seperti apa?

Saya akan berikan contoh niat-niat yang nggak lurus dulu seperti di bawah ini:

  • “saya ingin belajar bahasa arab agar berilmu sehingga hidup saya tidak susah”
  • “saya belajar bahasa arab karena ingin jadi ustadz”
  • “saya belajar bahasa arab karena disuruh orang tua agar mudah dapat pekerjaan”
  • “saya ikut kursus bahasa arab karena untuk kebutuhan ujian bahasa arab di kampus”
  • “saya belajar bahasa arab agar tidak malu karena saya udah hijrah…masa cuma jilbab doang”
  • “saya belajar bahasa arab karena ingin seperti para santri – santri”
  • dll

Nah, ketahuilah bahwa contoh-contoh di atas merupakan niat yang salah. Mengapa?

Sekali lagi saya tekankan ya, belajar bahasa arab itu erat kaiatannya dengan belajar agama. Boleh dikata, belajar bahasa arab itu belajar agama.

Ketika anda belajar agama, maka niat yang harus ditanamkan adalah untuk meraih ridho Allah Swt. Maksudnya seperti apa?

kalau di kitab Bidayatul Hidayah karya al-Ghazali, tujuan belajar itu agar bisa diamalkan sehingga menjadi bekal bertemu Allah Swt.

Dengan kata lain, niat belajar harus ditujukan untuk Allah Swt semata dan secara praktis, tujuan belajar itu untuk diamalkan. Nah, dengan amal inilah kita akan punya bekal ketika bertemu Allah.

2. Tidak Sabaran

Kesulitan berikutnya yang menimpa para pembelajar bahasa arab adalah tidak sabaran. Ingat, bahasa arab itu erat kaitannya dengan agama. Ini akan saya ulangi terus menerus.

Oleh sebab itu, syetan pun akan berupaya menggoda dan memalingkan seorang murid dari belajar bahasa arab. Sebab, kalau ia sukses belajar bahasa arab, berarti nanti ia akan paham agama dan bisa mengamalkannya.

Nah, itu semua sangat tidak diinginkan oleh para dedenguk syetan dan iblis.

Maka dari itu, mereka akan terus menerus menggoda manusia. Entah itu dibuat sibuk dengan urusan dagang, urusan kerja, urusan remeh temeh dan lain-lain.

Ada satu pepatah yang kudu kita ingat terkait kesabaran ini yaitu “sinaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok”

Artinya, air yang menetes bisa melobangi batu jika menetesnya terus menerus.

Begitu juga anda, sebodoh apa pun otak anda dalam memahami bahasa arab, tetapi menakala anda bersabar dan istiqomah, maka saya yakiiiiin anda pasti berhasil.

Imam al-Syafi’i mengatakan :

يا أخي لن تنال العلم إلا بستة, سأنبئك أن تفصل ببيان : ذكاء و حرص ودرهام واجتهاد وصحبة الأستاذ و طول الزمن

Hai saudaraku, engkau tak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 syarat. Saya akan menjelaskannya kepadamu rinciannya yaitu cerdas, rakus (terhadap ilmu), uang/biaya, bersungguh-sungguh, berkawan dengan ustadz dan sepanjang waktu.

3. Kurang Tenang Ketika Belajar

Agar ilmu mudah didapat, seyogyanya anda bersikap tenang ketika mempelajarinya.

Ketenangan itu bisa diwujudkan dari 2 sisi yaitu fisik dan batin.

Adapun fisik, misalnya gaya duduk ketika belajar. Upayakan anda duduk dengan posisi ajeg, tidak melohoy apalagi meletakan kepala di atas meja.

Semakin lama anda kuat duduk, semakin baik untuk ketenangan fisik anda. Sebaliknya, jika pantat anda selalu tidak nyaman duduk berlama-lama, maka anda sulit mendapat ketenangan.

Sementara ketenangan bathin, hal itu bisa didapat dengan taqarrub kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, sangat disarankan jika anda berpuasa ketika belajar bahasa arab.

4. Minim Etika Terhadap Ilmu

Ilmu itu harus diperlakukan dengan penuh takdzim. Caranya bagaimana? misalnya ketika berhadapan dengan kitab, seyogyanya kita tidak menaruhnya di bawah lutut, tidak dipegang seperti pegang komik dsb.

Pun ketika mencatat, sebaiknya tulislah dengan rapi dan berharap manfaat darinya.

Selain itu, anda juga harus menjunjung tinggi etika terhadap guru. Tujuannya untuk apa? agar guru tersebut senang sehingga tanpa terasa terlantun doa dari lisan mereka.

Beneran loh, aspek ini sangat penting dan banyak terabaikan di zaman sekarang.

Padahal, doa yang keluar dari lisan seorang guru dengan ketulusan dan kebeningan hatinya sangat berdampak baik bagi perjalanan seorang murid.

5. Banyak Alasan

Ilmu bahasa arab itu termasuk ilmu yang sangat manja. ia hanya akan mendatangi orang-orang yang memanjakannya.

Adapun orang – orang yang selalu beralasan, yang tidak menomorsatukannya, ia akan sulit didapat.

Contoh alasan yang sering muncul misalnya “saya sibuk kerja, belajarnya hanya bisa hari anu jam anu” atau “ya gimana lagi ustadz, saya bisa belajarnya hari anu doang…jadi belum bisa belajar mandiri” dll

Nah, sesuai pengamatan saya, orang-orang yang seperti ini akan sulit memahami bahasa arab. Beneran, sulit banget.

Tapi ‘ala kulli hal, masih lumayan lah mereka ingin belajar bahasa arab. Patut diapresiasi. Hanya saja, melalui tulisan ini semoga mereka-mereka yang masih kesulitan menjadi lebih mudah dan akhirnya bisa memahami bahasa arab.

Demikian semoga bermanfaat!

Andi Saepudin, S.Sy

Baca Juga :

Metode Mudah Belajar Bahasa Arab Bagi Pemula

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.