10 Motif Batik Jambi Paling Populer dan Makna Filosofisnya

Motif Batik Jambi – Jika anda pernah mendengar motif batik angso duo, batanghari dan juga tampuk manggis, maka motif-motif batik tersebut adalah berasal dari Jambi. Ya, Jambi merupakan daerah pengrajin batik yang berkhas.

Beberapa teknik membuat batik pun dapat kita saksikan di Jambi mulai dari teknik menulis, mencap, menyablon bahkan memprinting. Kendati demikian, beberapa karakter utama batik Jambi tetap dapat kita kenali dengan baik.

Dengan beragam teknik membatik itu, bukan saja menghasilkan batik yang indah, tetapi juga sarat dengan makna filosofis di dalamnya. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengenal lebih dalam motif batik Jambi dan makna-makna filosofisnya.

Sejarah Batik Jambi

Kegiatan membatik di Jambi sudah ada sejak lama. Namun beragam batik muncul di Jambi dimulai tahun 90-an. Kalau dihitung-hitung, hingga saat ini setidaknya ada 46 motif batik Jambi. Jumlah yang sangat fantastis.

Belum lagi kalau kita telusuri motif batik di berbagai daerah pelosoknya, mungkin jumlahnya lebih banyak lagi.

Dari sekian banyak motif itu, yang paling dominan adalah motif tema alam. Hal ini karena kehidupan mereka barangkali dekat dengan alam sehingga berbagai makna filosofis muncul dari simbol-simbol alam tersebut.

untuk lebih mengenal motif batik Jambi, berikut saya sharingkan 10 saja yang paling terkenal.

Motif Batik Jambi Paling Terkenal

Meski saya sajikan sepuluh, tidak menutup kemungkinan lain waktu akan ditambah. Kesepuluh motif batik jambi itu adalah sebagai berikut :

BACA :  5 Motif Batik Jogja: Filosofi, Makna & Penggunaannya

1. Motif Batik Angso Duo

Motif Batik Angso Duo

Motif Angso Duo adalah motif batik yang sangat terkenal di Jambi. Dengan menampilkan desain dua ekor angsa yang saling berhadapan, batik ini sarat dengan makna keselarasan dan keserasian hidup.

Motif Angso Duo diduga merupakan kreasi yang terpengaruh oleh seni corak Khas Gujarat, India. Hal itu karena di Gujarat sendiri terdapat corak hamsa (angsa) yang sangat populer tahun 1400 sd 1600 an Masehi.

Adapun warna, motif angso duo lebih didominasi warna merah tua dan biru tua. Dengan perpaduan warna dan motif angso duo itu, filosofisnya sangat mendalam. Antara lain hidup itu harus selaras serasi baik dengan manusia itu sendiri maupun dengan alam dan binatang.

2. Batik Motif Kapal Sanggat

Motif Kapal Sanggat

Selain Angso Duo, motif kapal sanggat juga sangat terkenal. Motif ini termasuk motif klasik yang sarat dengan makna. Dengan menggambarkan kapal laut dengan dua tiang besar dan bendera, seakan-akan memberi pesan agar setiap urusan harus diselesaikan, tidak boleh surut atau berhenti di tengah jalan.

Dalam catatan Marsaid di buku Pesona Batik Jambi tahun 1998, motif batik kapal sanggat diartikan bahwa setiap orang harus mengerjakan tugas dan kewajibannya dengan teliti sesuai aturan dan kondisi yang tepat. Jangan melalaikan kewajiban dan tugas karena dampaknya sangat negatif kepada orang lain.

Sebagaimana awak kapal, jika mereka lalai dalam mengoperasikannya, maka bisa tenggelam dan tentu saja merugikan banyak orang.

3. Batik Motif Sungai Batanghari

Motif Sungai Batanghari

Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatra. Karena, sungai yang merupakan icon ini kemudian di aktualisasikan dalam sebuah motif batik yang disebut motif batanghari.

Bentuk motif ini berpola sulur-sulur tanaman yang menjulur dari bawah ke atas. Secara filosofis, sulur-sulur ini diartikan sebagai perjalanan hidup manusia. Adapun sulur yang menjulur ke kiri dan ke kanan diartikan sebagai lika-liku hidup manusia yang harus seimbang karena dia hidup bersama hewan dan alam.

BACA :  3 Motif Batik Tulungagung & Sejarahnya

4. Batik Motif Bungo Kaco Piring

Motif Bungo Kaco Piring

Sesuai namanya, motif bungo kaco piring adalah motif yang menggambarkan piring yang kemudian diletakkan pada batik. Bukan satu atau dua piring, tetapi jumlahnya sangat banyak sehingga dari kejauhan nampak seperti kotak-kotak.

Secara filosofis, batik motif bungo kaco piring menggambarkan suasana hati yang bersih dan lapang. Jauh dari perasaan sumpek, iri dan dengki kepada orang lain.

5. Batik Motif Bungo Melati

Batik Motif Bungo Melati

Batik dengan motif bungo melati ini ada dua jenis yaitu melati kecil dan melati besar. melati kecil berfungsi untuk isian sementara melati besar sebagai motif utamanya.

Sebagaimana kita tahu, bunga melati melambangkan kesucian cinta dan ketulusan. Oleh sebab itu, makna tersebut diaplikasikan dalam sebuah batik agar setiap orang mudah mengingat akan ketulusan dan kesucian cinta kepada siapa pun.

6. Batik Motif Bungo Tanjung

Batik Motif Bungo Tanjung

Tanjung adalah sebuah pohon yang berasal dari Sri Lanka, Burma dan India. Pohon yang memiliki nama latin Mimusops Elengi ini memiliki aroma harum yang luar biasa. Keharumannya ini tak jarang dilukiskan oleh penyair sebagai putri bidadari yang turun dari kayangan.

Selain itu, pohon Tanjung juga memiliki daun yang rindang dan buah yang enak. Makanya, ketika dilukiskan dalam sebuah motif batik, maknanya adalah seorang pemimpin harus memiliki kewibawaan, arif dan bijaksana. tutur katanya indah sehingga diikuti.

7. Batik Motif Daun Keladi

Batik Motif Daun Keladi

Daun keladi tidak asing di telinga kita. Rasanya di mana pun kita tinggal, tanaman ini dapat dengan mudah dijumpai.

Selain daunnya yan gunik, anti basah, tanaman ini juga kerapkali masuk dalam bait-bait lagu. Oleh sebab itu tak heran jika di Jambi, daun ini dutuangkan dalam sebuah motif batik.

BACA :  9 Motif Batik Pekalongan Paling Legendaris dan Makna Filosofisnya

Motif batik daun keladi sangat indah, memiliki karakter kokoh, teguh, dan menunjukkan makna setia kawan. Selain itu, motif batik daun keladi juga melambangkan kerja sama, dan teguh atau komitmen dalam menunaikan janji.

8. Batik Motif Durian Pecah

Batik Motif Durian Pecah

Kalau kita telisik ke masa lalu, kita akan jumpai bahwa motif batik durian pecah adalah motif terkuno di Jambi. Motif ini seringkali dipadukan dengan gambar alin seperti daun pakis, bunga kangkung, resam dan flora lainnya yang memang dijumpai di Jambi.

Makna filosofis dari motif duren pecah adalah selezat apa pun sesuatu, seindah apa pun dan sebagus apapun, jika sudah pecah dan rusak maka akan hilang keindahan tersebut.

Pesan lain juga hendaknya kita merawat segala sesuatu yang dipandang baik agar tidak hancur agar tidak rusak. Jadi bagaimana, anda sudah punya batik durian pecah?

9. Batik Motif Kapak Lepas

Batik Motif Kapak Lepas

Motif Kapak Lepas memiliki pesan filosofisnya yaitu sepatutnya manusia menjaga diri, menjaga anak dan keluarga serta menjaga apa saja yang kita punyai. Hal itu karena semua yang kita miliki merupakan amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah Swt.

10. Batik Motif Tampuk Manggis

motif tampuk manggis

Motif Tampuk Manggis menggambarkan bulatan kulit luar berwarna hitam dan kulit dalam berwarna merah serta daging buah yang bersih putih.

Secara filosofis, batik motif tampuk manggis ini menggambarkan bawah manusia tak boleh sombong, menghinakan orang lain, merendahkannya berdasarkan penampakkan luarnya. Kita tidak tahu, siapa sangka di balik kulit yang hitam ternyata ada akhlak yang mulia dan hati yang bersih.

Demikian 10 motif batik jambi yang bisa saya sharingkan. Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar, yak.

BACA : Motif Batik Semarang Paling Legendaris dan Maknanya

Leave a Reply


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.