Motif Batik Semarang Paling Legendaris & Makna Filosofisnya

Motif Batik Semarang – Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah terkenal ke seluruh pelosok tanah air dan dunia internasional.

Batik juga memiliki beragam motif yang berbeda-beda antara satu daerah dan daerah lainnya di Indonesia. Perbedaan ini terjadi karena kultur dan filosofi yang berbeda-beda sesuai wilayah masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, batik juga semakin berkembang dengan sentuhan teknologi dan artificial intelligence. Oleh sebab itu, tak heran jika batik kini menjelma menjadi sesuatu yang sangat digandrungi oleh semua kalangan baik tua maupun muda.

Sejarah Batik Semarang

Keberadaan batik di Semarang sudah ada sejak wilayah ini menjadi kota. Hal itu ditandai dengan adanya kampung batik di Bubakan atau Jurnatan yang merupakan pusat pemerintahan Semarang kuno.

Jika kita berkunjung ke kawasan ini, kita akan melihat kegiatan para pengrajin batik yang sangat banyak dengan beragam teknik yang variatif.

Selain itu, kawasan Jurnatan juga acapkali diduga sebagai tempat Ki Pandan Aarang 1 yang merupakan juru nata (pejabat kerajaan) Demak. Dengan demikian, wilayah Jurnatan bukan sekedar icon pengrajin batik, tetapi juga sebagai tempat yang tak terpisahkan dengan kekuasaan.

Di abad 19 ada 2 wanita Indo-Eropa yang sangat fenomenal karena membuat batik dengan 59 motif. Kedua wanita tersebut adalah Nyonya Oosterom dan Nyonya Von Franquemont yang masuk dalam dunia industri perbatikan di Semarang.

Pada abad 20 Semarang semakin mencapai masa kejayaan batik. Hal ini bisa kita lihat dari menjamurnya penduduk pribumi yang bertumpu pada kerajinan batik. Dalam catatan pemerintah kolonial Belanda, tahun 1919 terdapat 25 industri batik dengan 58 tenaga ahli dan 176 tenaga kasar. Jumlahnya bertambah lagi menjadi 107 perusahaan di tahun 1925 dengan total pekerja terampil 491 dan pekerja kasar 317.

BACA :  5 Motif Batik Jogja: Filosofi, Makna & Penggunaannya

Namun bencana besar datang, ketika Jepang masuk ke Indonesia tahun 1943, kampung batik menjadi salah satu sasaran pembakaran. Karut marut perang dunia 1 pun merembet hingga kebutuhan dan kegiatan ekonomi pun terganggu.

Ketika itu masih ada perusahaan batik yang berusaha bertahan dan terus diupayakan berkembang hingga tahun 1970. Sebut saja perusahaan ASACO dan Tan Kong Tien Batikkerij milik orang Tionghoa bernama Tan Kong Tien. Pengusaha ini mampu mempertahankan perusahaannya hingga kemudian menikah dengan salah satu keturunan Hamengku Buwono III, Raden Ayu Dinartiningsih.

Motif Batik Semarang

Karena menjamurnya ragam batik di Semarang, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui motif asli semarang dan motif yang paling terkenal.

Memang motif batik semarang tidak baku, tetapi pada umumnya motif batik semarang senantiasa menjunjung tema natural seperti burung, bunga dan sejenisnya yang memperlihatkan keindahan, kekeluargaan, kemakmuran, keberanian, dan sebagainya.

ciri utama batik semarang adalah menggunakan warna cerah seperti merah, orange, ungu, dan biru. untuk lebih detailnya, berikut saya rinci beberapa motif batik Semarang.

1. Motif Batik Warak Ngendong

Motif Batik Warak Ngendong

Batik motif Warak Ngendong adalah batik yang bernuansa Semarang. kreatornya, Neni Asmarayani membuat motif batik ini pada tahun 1970 didasarkan hanya pada perasaan suka saja.

Hanya saja, kendati terkesan sederhana, ketika membuat motif ini sang kreator sampai melibatkan ahli lukis dan seninam terkenal loh.

Sayangnya, meski demikian bagusnya batik karya Neni itu, tetapi hingga kini belum diketahui secara pasti makna dibalik motif tersebut. hal ini karena Neni sendiri tidak diketahui keberadaannya. Ada yang tahu dimana Neni?

2. Motif Batik Oosterom

Motif Batik Oosterom

Motif batik Oosterom adalah motif yang sangat rumit terutama di bagian papan dan kepalanya. Dibuat pada abad 19 oleh Van Ossterom, batik ini memiliki pola sirkus yang dilengkapi burung mirip phoenix dan dedaunan yang indah.

BACA :  Motif Batik Madura : Jenis & Filosofinya

Ciri khas warnanya juga senantiasa hijau yang semakin menambah nuansa estetis alamiah. pola yang terus dikembangkan adalah pola keraton dengan sentuhan tema figur dan atribut seperti dalam dongeng eropa.

3. Motif Batik Merak Jeprak

Motif Batik Merak Jeprak

Motif Batik Merak Jeprak adalah karya Tan Kong Tien yang mengawali usaha batiknya pada abad 20. Motif ini terbilang unik karena menggambarkan seekor burung merak yang indah yang sedang mengembangkan secara penuh.

Oleh sebab itu, pola motif ini diambil dari prilaku burung tersebut terutama ketika masa birahi alias ingin kawin untuk menarik pasangannya. Secara makna, motif batik ini menunjukkan simbol keindahan, keagungan dan optimis mencapai tujuan.

4. Motif Batik Tugu Muda

Motif Batik Tugu Muda

Batik motif Tugu Muda adalah karya Oentoeng Suwardi dan Istrinya, Tamsiyati yang merupakan pengusaha batik pemilik perusahaan batik Sri Retno tahun 1973 – 1982.

Motif batik yang menggambarkan Tugu Muda dikelilingi tanaman menjalar ini terinspirasi dari Tugu Muda monumen pertempuran lima hari di Semarang. Jika kita berkunjung ke jalan Pemuda dan jalan Pandanaran Semarang, kita akan melihat Tugu Muda ini sebagai simbol untuk mengingat jasa pahlawan.

5. Motif Batik Franquemont

Motif Batik Franquemont

Adalah motif batik yang merupakan karya Caroline Josephina Von Franquemont tahun 1850 – 1860. Dengan warna hijau dan mengusung tema-tema Eropa dan Cina, motif batik ini memiliki kesan estetis.

Selain itu ada juga yang mengusung tema-tema pesisir utara seperti madura dan ada juga pola keraton serta figur-figur dan atribut dari dongeng-dongeng Eropa. Pokoknya, keren banget dah.

Demikian sekelumit motif batik khas Semarang dengan makna-makna filosofisnya. Semoga menambah wawasan kita dan bisa membuat kita berupaya melestarikan warisan budaya Indonesia yang sangat berharga ini.

BACA :  13 Ukiran Toraja dan Artinya

BACA : Motif Batik Madura yang Melegenda

Leave a Reply


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.