Sabuk Asteroid : Pengertian, Fungsi, Pembentukan, Ciri-Ciri dan Fakta Unik

Para pembelajar ilmu astronomy, kali ini kaka akan sharing pembahasan lengkap terkait sabuk asteroid. Pada pembahasan terdahulu kita kupas tuntas pengertian system tata surya yang didalamnya sudah mengyinggung soal  asteroid.

Namun karena mungkin saja ada banyak yang belum tahu secara detail, maka kaka bahas pada topik terendiri yang lebih lengkap.

Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat buat adek-adek baik untuk tugas sekolah atau pun untuk pengetahuan pribadi. Terlebih bagi mereka yang mencintai astronomy, kami yakin informasi ini bisa mereka save dalam benaknya dan tak akan terlupakan. Betul?

Pengertian Asteroid

sabuk asteroid

sabuk asteroid (ada yang di sabuk dan ada juga yang di luar sabuk)

Apa sih asteroid itu? Mungkin ada teman-teman yang bertanya demikian. Nah, asteroid adalah benda-benda angkasa yang ukurannya lebih kecil dari planet dan benda-benda ini berputar mengelilingi matahari. Umumnya asteroid terdiri dari bebatuan, tanah liat dan sejenisnya. Lalu bebatuan ini membentuk seperti sabuk.

Letak sabuk asteroid berada di antara orbit planet Jupiter dengan planet Mars. Sabuk yang terdiri dari berbagai bentuk benda yang berbeda-beda ini kemudian disebut dengan sabuk asteroid.

Apa Fungsi Sabuk Asteroid?

Adapun fungsinya, sabuk asteroid berperan sebagai pembatas di antara golongan planet kecil atau yang biasa disebut planet dalam dengan golongan planet besar atau yang biasa disbeut planet luar. Contoh planet kecil (dalam) misalnya Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Contoh planet besar (luar) misalnya Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.

Siapa Penemu Asteroid?

sabuk asteroid

gambar sabuk asteroid

Pada jaman dahulu kala, ketika teknologi tidak secanggih sekarang, asteroid dianggap sebagai bongkahan batuan. Hal itu wajar saja karena berbagai penelitian angkasa dilakukan dengan instrument sederhana. Kemudian para astronom terus melakukan penelitian hingga level sempurna.

Johanner Kepler, ketika ia mengajar matematika tahun 1595, ia menyakini bahwa setiap dimensi orbit planet memiliki keteraturan sebagaimana 5 bangun ruang platonic. Lalu pada tahun 1619 Kepler baru menemukan hukum gerak planet dari hasil analisis Tycho Brahe.

Dalam temuannya itu, Kepler mengemukakan bahwa terdapat gep alias jarak menganga antara Jupiter dengan Mars.

Tahun 1772 seorang peneliti bernama Johann Bode juga mengemukakan suatu prediksi jarak planet dengan matahari. Ia menciptakan suatu aturan yang disebut Hukum Bode atau Hukum Titius Bode.

Ringkasnya, hukum ini menjelaskan deret matematika sederhana untuk memprediksi jarak antara planet-planet dengan matahari. Nah, ketika memprediksi jarak – jarak planet tersebut Johann Bode menemukan kejanggalan di antara Mars dan Jupiter.

Akhirnya Johann Bode mengajak kembali untuk melakukan penelitian kepada para astronom. Dalam dugaannya, tentulah ada planet yang hilang di antara mars dan Jupiter tersebut. Dugaan ini baru terjawab ketika astronom Giuseppe Piazi yang berasal dari italia melakukan pengamatan dengan Telescope Palermo Circle dengan aperture 7,5 cm.

Kemudian astronom asal italia ini menemukan bintang dengan magnitude 8 di rasu Taurus. Nah benda ini kemudian ia yakini bukanlah bintan melainkan komet. Hanya saja kejanggalan muncul kembali karena ciri-cirinya tidak seperti komet yang sudah dikenal dikalangan ahli.

Kejanggalan ini menimbulkan greget kalangan astronomi sehingga mereka berupaya melakukan penelitian silih berganti. Banyak dugaan-dugaan untuk menyebut benda tersebut hingga akhirnya fix pada tahun 1850 dimana benda tersebut kemudian dinamai Asteroid. Bukan planet, bukan juga komet.

Selain itu para ahli juga berpendapat bahwa asteroid merupakan materi awal pembentukan system tata surya yang gagal. Seandainya berhasil, maka material itu akan menjadi planet. Kemudian hingga saat ini, celah antara Jupiter dan mars inilah disebut Sabuk Asteroid.

Ciri – Ciri Sabuk Asteroid

Bagaimana adik-adik, sudah pahamkah? Kalau sudah paham kita detailkan lagi ke ciri-cirinya ya. pertama, asteroid ini berada di antara orbit Mars dan Jupiter. Kedua, ukuran sesama asteroid tidak sama, ada yang kecil dan ada yang besar. Bahkan ada yang mirip partikel debu.

Ketiga, bentuknya tidak bulat seperti planet lain dan jumlahnya sangat banyak di sepanjang orbit kedua planet tersebut. Keempat, asteroid memiliki suhu yang sangat dingin yaitu mencapai -73 derajat celcius. Wow. Bisa dibayangkan kalau kita berada di sana. Pasti langsung beku. Hehe.

Proses Terbentuknya Sabuk Asteroid

sabuk asteroid

pembentukan asteroid

Sejak dahulu kala asteroid terbentuk Bersama terbentuknya anggota tata surya yang lain. Hanya saja ketika itu jumlah asteroid lebih banyak, mungkin sampe 100 kali lebih banyak dibanding jumlah asteroid sekarang.

Mengapa semakin hari semakin berkurang? Alasannya karena gaya tarik gravitasi Jupiter sangat besar yang menyebabkan asteroid tertarik dan keluar dari system tata surya. Lambat laun menjadi semakin renggang antara satu asteroid dengan asteroid lain dan efek tabrakan pun semakin berkurang.

Padahal seandainya tabrakan asteroid masih sering terjadi, maka planet-planet kecil pun akan terus bermunculan. Tetapi karena sudah jarang terjadi, maka planet kecil pun jarang terbentuk.

Fakta Unik Seputar Asteroid

Duh asyik sekali ya belajar tentang tata surya ini. Saran kk coba adik-adik lakukan peneropongan dengan telescope ya, agar semakin terlihat jelas bentuk-bentuk benda angkasa itu. Untuk yang terakhir ini, kk tambahkan sedikit lagi informasi asteroid yaitu :

  1. Ada lebih dari 200 asteroid yang diameternya lebih dari 100 km
  2. Ada sekitar 700.000 hingga 1.700.000 asteroid di angkasa yang diameternya di bawah 100 km. wow!
  3. Ada 4 asteroid terbesar yaitu Ceres, Vesta, Pallas, Hygiea.
  4. Ada 1 planet kerdil yang bernama Ceres yang letaknya di sabuk asteroid
  5. Diameter ceres mencapai 950 km (termasuk asteroid yang besar)
  6. Ada pesawat luar angkasa bernama Pioneer 10 yang melakukan misi perjalanan di sabuk asteroid pada tahun 1972.
  7. Asteroid tersebut merupakan benda rapuh sehingga mudah menyebar dan tidak menabrak pesawat luar angkasa.
  8. Komposisi asteroid berbeda-beda. Ada tipe c (asteroid karbon) tipe m (asteroid logam) dan asteroid s (asteroid silikat)

Begitulah penjelasan lengkap mengenai asteroid. Semoga adik-adik mendapat wawasan ya. ingat, jangan bosan untuk membaca. Jangan pernah memotong sarana hobi kita. Jika adik-adik memiliki hobi meneropong luar angkasa, teruslah berlanjut. Siapa tahu nanti adik jadi astronot, ya.

BACA : Manfaat Hujan Petir yang Mengagumkan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.