Jenis – Jenis Tensimeter : Cara Menggunakan dan Kelebihan Kekurangannya

Jenis – Jenis Tensimeter – Setelah kita pelajari alat-alat medis secara menyeluruh, sekarang mari kita bahas alat-alat tersebut satu per satu. Tujuannya agar pemahaman kita semakin utuh sehingga kita bisa menjadi seorang ahli. Cie..

Nah, kali ini ayo kita kenali alat kesehatan yang bernama tensimeter. Sebagaimana dikupas pada topik nama-nama alat medis, tensimeter adalah alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah dalam tubuh.

Untuk menggunakannya, tensimeter tidak membutuhkan keahlian khusus. Itu berarti siapa pun bisa menggunakan alat yang simple ini. makanya tak heran jika banyak orang yang memilikinya di rumah masing-masing.

Jenis – Jenis Tensimeter

Seiring perkembangan jaman, tensimeter pun mengalami inovasi. Saat ini setidaknya ada 3 jenis tensimeter yang bisa kita miliki. Pertama tensimeter air raksa, kedua tensimeter jarum/aneroid dan ketiga tensimeter digital.

Untuk tensimeter air raksa dan jarum, keduanya termasuk tensimeter manual sehingga dalam penggunaanya memerlukan alat bantuan lain seperti stetoskop guna mengetahui systole dan diastolenya.

Sementara tensimeter digital, penggunaanya lebih simple dan bisa dilakukan oleh siapa pun.

1. Tensimeter Air Raksa

tensimeter

tensimeter air raksa

Tensimeter air raksa adalah tensimeter konvensional yang keberadaanya sudah sangat lama. Pada beberapa tempat tensimeter jenis ini masih digunakan.

Hanya saja, seiring dengan kemajuan jaman dan ditemukannya berbagai invoasi yang lebih efektif, akhirnya tensimeter ini pun semakin ditinggalkan.

Meski demikian, perkembangan jaman bukan satu-satunya alasan meninggalkan alat jenis ini, tetapi pertimbangan keamanan pun tak luput dari faktor penyebabnya.

Sebab tensimeter ini mengandalkan air raksa yang dinilai membahayakan. Atas dasar itu, akhirnya orang lebih mengandalkan tensimeter digital.

Hanya saja, ada satu kelebihan tensimeter berbasis air raksa ini, yaitu tingkat akurasi yang tinggi. Tentu saja, untuk menggunakannya butuh kahlian, ketelitian dan ketajaman.

Lantas bagaimana cara menggunakan tensimeter air raksa? Berikut uraiannya :

Cara Menggunakan Tensimeter Air Raksa

  • Buka wadah tensimeter agar penunjuk angka terlihat
  • Kemudian arahkan jarum ke ON agar air raksa naik
  • Pasang manset tensimeter di denyut nadi orang yang akan anda periksa
  • Lalu letakan tensimeter pada posisi yang sejajar dengan jantung
  • Minta pasien untuk rileks, atau anda ajak ia berbincang-bincang agar tidak tegang
  • Gunakan stetoskop pada nadi pasien yang anda rasakan
  • Tekan pompa karet tensimeter agar udara menekan manset dan air raksa sampai angka 140 mmHg
  • Buka katup lalu dengarkan teka jantung. Detak pertama ini adalah tekanan systole sementara detak kedua adalah diastole.

Kekurangan dan Kelebihan Tensimeter Air Raksa

Kelebihan :

  • Termasuk golden standart dalam pemeriksaan darah
  • Hasilnya akurat
  • Tahan lama

Kekurangan :

  • Bisa terkontaminasi oleh logam berat seperti merkuri. Terutama ketika air raksanya bocor.
  • Mengharuskan tenaga ahli dalam proses pemeriksaannya.

BACA : Buah-Buahan untuk Penderita Diabetes yang Recommended

2. Tensimeter Jarum/Aneroid

tensimeter

tensimeter aneroid

Tensimeter jarum atau yang disebut aneroid termasuk tensimeter manual. Dalam penunjukan angkanya, tensimeter ini tidak menggunakan air raksa melainkan menggunakan jarum.

Karena itu, aneroid termasuk tensimeter yang tidak membahayakan.

Alat ini dirancang cukup canggih sehingga jarum akan bergerak dan menunjuk angka sesuai tekanan darah yang diberikan pada manset.

adapun perbedaan antara tensimeter air raksa dengan jarum, terletak pada jarum ON nya. Kalau tensimeter air raksa mengharuskan arah jarum ke ON semetara pada tensimeter aneroid hal itu tidak perlu dilakukan.

Bagian-Bagian Tensimeter Aneroid

Ada beberapa bagian tensimeter aneroid yang harus kita pahami. Bagian-bagian itu antara lain sebagai berikut :

  • Manset : Alat ini berfungsi untuk menampung udara untuk dipompa dari bulb. Selain itu, manset juga memiliki fungsi untuk menekan darah, hal itu karena alat ini dipasang dengan cara diikatkan pada lengan.
  • Pemompa (bulb) : Alat ini berfungsi untuk memompa udara agar masuk ke manset. Pada bulb juga terdapat klep masuk (valve inlet) yang berfungsi untuk menghisap udara dari luar-kedalam dan ada juga item klep keluar (valve output) yang berfungsi mengeluarkan udara dari dalam-keluar. Dan pada alat ini juga terdapat filter velve pembuangan untuk ruang udara di manset saat proses pengukuran dilakukan.
  • Penunjuk Tekanan : Alat ini berbentuk bulat. Pada tensimeter aneroid, alat ini mengandalkan jarum sebagai penunjuk angkanya.

Kelebihan dan Kekurangan Tensimeter Aneroid

Kelebihan :

  • Dilihat dari keamanan, tensimeter ini lebih aman dari tensimeter air raksa
  • Tingkat akurasinya cukup tinggi

Kekurangan :

  • Menggunakan putaran berangka sebagai penggantinya
  • Mengharuskan tenaga ahli yang melakukannya.

BACA : Manfaat Infused Water untuk Kesehatan

3. Tensimeter Digital

tensimeter

tensimeter digital

Nah kalau tensimeter digital ini merupakan tensimeter yang paling simple dan serba otomatis. Cara pemakaiannya pun bisa dilakukan oleh siapa aja dan tak pelru membutuhkan keahian khusus.

Selain itu, datanya juga sangat akurat dan tak perlu pake stetoskop lagi. Pasalnya alat ini bekerja otomatis tanpa pelru mendengarkan detak jantung pertama dan kedua.

Memang ada sebagian orang meragukan akurasi alat digital ini. Tetapi berdasarkan hasil uji, ternyata tingkat akurasinya cukup tinggi.

Cara Menggunakan Tensimeter Digital

Meski cara menggunakannya teramat mudah, tapi kk mau perjelas lagi step-step menggunakan tensimter digital. Berikut ini caranya :

  • Pasang manset di siku pasien
  • Tutup katup udara dan atur udara yang akan dimasukan ke manset. Selisihnya antara 30 sd 40 mmHg dari tekanan darah normal
  • Tekan tombol power dan tensimeter pun akan bekerja
  • Setelah mencapai tekanan yang diinginkan, tekanan di manset akan berkurang dan angka systole dan distole akan tertera di layar digital.
  • Selesai.

Kelebihan dan Kekurangan Tensimeter Digital

Kelebihan :

  • Tensimeter ini lebih aman dibandingkan 2 tensimeter sebelumnya. Pasalnya karena tensimeter ini tidak menggunakan air raksa yang memiliki potensi radiasi logam berat
  • Multifitur alias bisa dilengkapi dengan fitur lain yang bermanfaat

Kekurangan :

  • Tingkat akurasi lebih randah dari tensimeter air raksa. Faktornya bermacam-macam semisal kondisi daya baterai, usia alat dan sebagainya.

Demikian uraian ringkat tentang alat medis Tensimeter yang singkat dan padat ini. Semoga dapat dipahami dengan baik dan semoga bermanfaat, ya.

BACA : Forcep Alat Bantu Persalinan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.