Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Berbuat Baik Tak Pernah Menyesal

Agar dapat mengunjungi situs ini, harap matikan fitur Adblock saudara, ya!

img

Pengertian Kosmetik, Sejarah dan Penggolongannya

/
/
4918 Views

Dear pembaca yang budiman, setiap kita tentunya mengenal kosmetik. Apalagi kini hari jenis kosmetik sangat banyak, ada wardah cosmetics, martha tilaar, dan lain-lain. Oleh karena itu tidak heran jika industri kosmetik juga semakin menjamur. Meski demikian, ternyata masih sedikit yang mengetahui definisi kosmetik, sejarahnya dan juga penggolongannya.

Maka dari itu, pada kali ini kita akan berbagi tentang tema tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat, ya. Selamat membaca. Oya sebagai informasi tambahan, saat ini pihak google sudah mempermudah kebutuhan anda. Diantaranya, setiap tulisan yang kita baca di google, termasuk di web ini, pihak google pun akan memberi info tambahan berupa iklan yang berkaitan. Karena itu, silahkan klik saja iklan-iklan yang berkaitan. Demikian.

pengertian kosmetik, sejarah kosmetik dan penggolan kosmetik berdasarkan permenkes
kosmetik

A. Pengertian Kosmetik

Manusia mengenal kosmetik sudah berabad-abad. Pemakaian kosmetik mulai mendapat perhatian terutama pada abad 19, diantaranya digunakan untuk kecantikan dan juga kesehatan. Adapun perkembangan dan industrinya secara bombastis baru dilakukan sekitar abad 20 (Wall, Jellinek, 1970).

Karena perkembangannya cukup pesat, kosmetik menjadi bagian sector usaha yang banyak dilirik. Saat ini kosmetik begitu maju dan bahkan menjadi perbaduan antara kosmetik dengan obat. Dalam istilah kedokteran disebut dengan kosmetik medik (cosmeceuticals)

pengertian kosmetik, sejarah kosmetik dan penggolan kosmetik berdasarkan permenkes
kosmetik kecantikan

Tak dinafikan, saat ini produk kosmetik menjadi sangat dibutuhkan baik oleh wanita atau pun pria. Kosmetik ini digunakan konsumen hampir setiap hari, mulai dari wajah hingga ke kaki. Makanya tak heran jika penggunaanya pun dipersyaratkan agar aman dan ramah.

Beberapa profesi dari aneka disiplin ilmu yang berkaitan dengan kosmetik di antaranya seperti kedokteran ahli bedah plastic, dokter kulit dan dokter gigi. Ahli kulit misalnya memandang kosmetik sebagai suatu produk yang dapat digunakan untuk mencegah kulit alias untuk perawatan.

Profesi lain yang berkaitan dengan kosmetik juga seperti ahli biologi dan fisiologi, mereka mempelajari struktur kulit, gigi, rambut dan sebagainya. Adapun profesi ahli mikrobiologi akan mempelajari tentang pengawetan kosmetik. Ahli kimia mempelajari bahan-bahan kosmetik untuk industir, ahli kimia fisika mempelajari perilaku emulsi, sifat dan surfaktan.

pengertian kosmetik, sejarah kosmetik dan penggolan kosmetik berdasarkan permenkes
kosmetik

Begitu juga ahli farmasi, mereka memepalajari kosmetik lantaran bertanggung jawab dalam penyiapan produk kosmetik, bahkan sampai profesi ahli kecantikan dan penata rambut pun mempraktekkan produk kostmetik terhadap para pelanggannya.

Perlu kita ketahui, istilah kosmetik digunakan untuk berbagai profesi yang berbeda sehingga terkadang menjadi sangat luas dan tidak jelas. Kosmetik sebagaimana yang dituturkan Jellinek (1970) diartikan sebagai suatu ilmu untuk mempelajari aneka hukum fisika, biologi, mikrobiologi, kimia, bahkan untuk mempelajari pembuatan, penyimpanan dan sebagainya.

Secara leksikal, kosmetik terambil dari kata Yunani yaitu “kosmetikos” yang artinya suatu keterampilan mengatur dan menghias. Adapun dalam peraturan Menterei Kesehatan RI no 445/Menkes/Permankes/1998 dikatakan sebagai berikut:

pengertian kosmetik, sejarah kosmetik dan penggolan kosmetik berdasarkan permenkes
industri kosmetik

“Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya Tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.”

Perhatikan definisi di atas, maksud dari “tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit” merupakan sediaan itu semestinya tidak mempengaruhi faal dan struktur kulit. Tetapi apabila kosmetik menggunakan bahan kimia yang walaupun bersal dari alam dan organ yang dikenainya adalah kulit, maka dalam konteks ini kosmetik dapat mengakibatkan reaksi-reaksi dan perubahan faal kulit tersebut. Hal ini karena tidak ada bahan kimia yang tidak menimbulkan efek samping (indeferens). Lihat (Celleno, 1988, Kligman 1982).

Atas dasar itu Lubowe menciptakan sebutan “Cosmedics” pada tahun 1955. Istilah ini merupakan gabungan dari kosmetik dan obat yang sifatnya bisa memengaruhi faal kulit secara positif. Tetapi bukan obat. Sementara Faust menggunakan istilah “Medicated Cosmetics” pada tahun 1982.

B. Sejarah Kosmetik

pengertian kosmetik, sejarah kosmetik dan penggolan kosmetik berdasarkan permenkes
sejarah kosmetik mesir kuno

Berdasarkan data penyelidikan arkeologi, antropologi dan ethologi di Indan dan Mesir mengungkapkan bahwa penggunaan salep-salep aromatic, bahan pengawetan mayat merupakan kosmetik dalam konteks yang kita kenal sekarang. Penemuan ini menunjukkan berkembangnya keahlian ini pada masa lalu.

Melalui kerjasama dengan berbagai perguruan-perguruan tinggi yang merupakan Lembaga Pendidikan, dan juga departemen kesehatan, sub bagian kometo Dermatologi FKUI dapat mengembankan kosmeto dermatologi di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, perkembangannya bahkan berskala internasional seperti melalui seminar, kongres, pertemuan ilmiah dan sejenisnya.

C. Penggolongan Kosmetik

Berdasarkan Permenkes RI, penggolongan kosmetik antara lain menurut sifat tradisonal dan modernnya dan menurut kegunaanya bagi kulit.

1. Berdasarkan permenkes RI, kosmetik dibagi 13 kelompok:

a. Preparat untuk bayi misalnya minyak bayi, bedak bayi dll.
b. Preparat untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, dll.
c. Preparat untuk mata, misalnya mascara, eye shadow, dll.
d. Preparat wangi-wangian misalnya parfum, toilet water, dll.

Pengertian Kosmetik, Sejarah dan Penggolongannya menurut Permenkes RI
kosmetik bayi

e. Preparat untuk rambut misalnya cat rambut, hair spray, dll.
f. Preparat pewarna rambut misalnya cat rambut, dll.
g. Preparat make up (kecuali mata) misalnya bedak, lipstikck, dll.
h. Preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth waches, dll.

i. Preparat untuk kebersihan badan, misalnya deodorant, dll.
j. Preparat kuku, misalnya cat kuku, losion kuku, dll.
k. Preparat pewarna kulit, misalnya pembersih, pelembab, pelindung, dll.
l. Preparat cukur misalnya sabun cukur, dll.
m. Preparat untuk suntan dan sunscreen misalnya sunscreen foundation, dll.

2. Penggolongan berdasarkan sifat dan cara pembuatan:

a. Kosmetik lmodern, diramu dari bahan kimia dan diaolah secara modern (termasuk antaranya adalah cosmedics).
b. Kosmetik tradisional:
• Betul-betul tradisional, misalnya mangir, lulur, yang dibuat dari bahan alam dan diolah menurut resep dan cara yang turun temurun.
• Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan pengawet agar tahan lama.
• Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-benar tradisional dan diberi zat warna yang menyerupai bahan tradisional.

3. Penggunaan berdasarkan kegunaannya bagi kulit:

a. Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetics)

pengertian kosmetik dan kosmetik kulit
kosmetik untuk kulit

Jenis ini perlu untuk merawat kebersihan dan kesehatan kulit. Termasuk didalamnya;
• Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser); sabun, cleansing cream, cleansing milk, dan penyebar kulit (freshener)
• Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer) misalnya moisturizing cream, night cream, anti wrinkle cream.
• Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen cream dan sunscreen foundation, sun block cream/lotian.
• Kosmetik untuk menitpiskan atau mengampelas kulit misalnya scrub cream yang berisi butiran-butiran halus yang berfungsi sebagai pengampelas (abrasiver).

b. Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up)

Jenis ini diperlukan untuk merias dan menututp cacat pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik seperti percaya diri. Dalam kosmetik riasan, peran zat pewarna dan zat pewangi sangat besar.

Sumber: buku Ilmu Pengetahuan Kosmetik

Baca juga :
Cara Mandi Agar Kulit Cepat Putih
Wedang Jahe untuk Ibu Hamil
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This div height required for enabling the sticky sidebar